intens.news
Mitra Informasi

10 Bulan Gaji Pekerja GSJ Tak Dibayar, Ini Tanggapan Gubernur

0 11

Intens.news, PALEMBANG – Ratusan karyawan PT Jakabaring Spot City (JSC) Palembang menggelar aksi mogok kerja menuntut manajemen membayarkan gaji mereka yang belum dibayar selama 10 bulan.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru menilai kemungkinan pihak management belum siap, karena untuk permasalahan soal gaji masih pendanaan tahun 2019.

“Itu pendanaan tahun 2019, ini kejadian baru, waktu itu kita sedang keuangannya pasca Asian Games,” kata Deru, Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut Deru mengatakan, pihaknya akan memerintahkan pihak management untuk membayar kalau memang masih terhutang.

“Mungkin management waktu itu belum siap, tapi ini pendanaan setelah tahun 2019 itu clear. Nanti kalau memang terhutang saya perintahkan bayar,” katanya.

Ratusan pekerja di PT Jakabaring Sport City (JSC) melakukan aksi damai di Bundaran Jakabaring. Aksi damai dilakukan sebagai bentuk tuntutan dan mogok kerja lantaran gaji tak kunjung dibayarkan.

Koordinator lapangan, Hardi mengatakan, aksi damai yang dilakukan sebagai tuntutan kepada PT JSC yang belum kunjung mencairkan gaji mereka selama 10 bulan. “Kita berjumlah 192 menuntut hak-hak kita yang selama ini belum diberikan,” ujarnya saat dibincangi.

Hardi mengatakan, ratusan pekerja yang melakukan aksi tersebut mayoritas bekerja sudah lebih dari tiga tahun. Oleh sebab itu, secara undang-undang mereka juga sudah dianggap sebagai karyawan.

“Kalau undang-undang kan mengatur seperti itu. kita hampir seluruhnya sudah lebih dari tiga tahun. Jadi meskipun dikontrak sudah jadi karyawan mestinya,” ujar dia.

Sementara Elson, sebagai staf operasional di PT JSC mengaku, dia bekerja di sana sejak tahun 2004 namun tidak ada kejelasan untuk status kerjanya. Hanya saja tahun 2017 dia tanda tangan kontrak enam bulan.

“Kalau kontrak tahun 2017 itu kontrak untuk enam bulan. Setelah itu kami kerja-kerja saja dengan gaji Rp 2,6 Juta. Setelah itu tidak ada kontrak lanjutan tetapi gaji masih jalan waktu itu,” ungkapnya.

Selain mendapatkan gaji Rp2,6 juta perbulan, Elson mengaku sempat ada tawaran untuk mendapatkan tunjangan kesehatan namun ditolaknya. “Sempat ada tawaran untuk BPJS kesehatan, kawan-kawan banyak yang ikut tetapi saya tolak,” katanya.

Diketahui, aksi mogok kerja ini awalnya di bundaran Jakabaring  kemudian masuk ke Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport City. Mereka menuntut hak-haknya untuk segera dipenuhi. Jika tak kunjung terpenuhi, mereka juga akan kembali melakukan aksi ke DPRD dan kantor Gubernur Sumsel.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More