intens.news
Mitra Informasi

149 Bencana Terjadi di Sumsel Selama 2020, Kebakaran Mendominasi

0 25

Intens.news, PALEMBANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah, menyatakan tahun ini ada 149 kali bencana di Sumsel. Paling sering terjadi, ialah kebakaran dengan jumlah sebanyak 70 kasus kejadian.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebakaran tahun ini banyak terjadi di pemukiman warga. Sementara bencana yang lainnya seperti banjir itu dalam satu tahun ini terjadi sebanyak 39 kali, tanah longsor 16 kali, angin puting beliung 11 kali, banjir bandang 10 kali dan kecelakaan perahu motor sebanyak 3 kali.

” Semoga sampai akhir tahun tidak ada lagi bencana alam yang terjadi,” ucapnya saat dihubungi, Senin (9/11/2020).

Ia juga menyatakan bahwa kejadian bencana tersebut mengakibatkan rumah terendam sebanyak 9.322 unit, rumah terbakar, rusak berat, hanyut atau roboh sebanyak 373 unit, rumah rusak sedang dan ringan sebanyak 1.135 unit, jembatan putus/rusak sebanyak 28 unit.

Sekolah terendam 10 unit, sekolah rusak berat 6 unit, pasar terbakar 34 petak, kebun terendam 281 ha, sawah terendam 5,319 ha dan jalan longsor/putus sepanjang 115 meter. Kejadian bencana tersebut mengakibatkan 15.733 KK/19.507 jiwa menderita.

“Untuk itu, sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana, kita melaksanakan apel kesiapsiagaan terpadu ini. Dengan kesiapan tersebut tentunya kita akan lebih siap dan lebih cepat untuk mengantisipasi kejadian maupun dampaknya baik kerusakan sarana prasarana maupun korban jiwa,” katanya.

Iriansyah menambahkan, kegiatan Apel Kesiapsiagaan Terpadu Dalam Rangka Antisipasi Bencana Alam di Sumsel Tahun 2020  ini diikuti sebanyak 400 personel.

“Dalam kegiatan ini kita mensiap siagakan personel sebanyak 400 orang dilengkapi dengan sarana prasarana yang ada. 400 personil yang disiap siagakan ini terdiri dari masing-masing Dinas atau instansi Stakeholder terkait,” katanya.

Menurutnya, Apel Kesiapsiagaan Terpadu Dalam Rangka Antisipasi Bencana Alam di Sumsel Tahun 2020 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dan kesiapan peralatan penanggulangan banjir dan tanah longsor.

“Jadi upaya pencegahan dan kesiapsiagaan ini berupa penyiapan personil dan peralatan untuk memudahkan mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi bencana atau ke daerah rawan bencana,” katanya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More