intens.news
Mitra Informasi

20 Orang Advokat Siap Dampingi Satu Tersangka  Perkara Kasus Suap Alih Fungsi Lahan Muara Enim  

0 146

Intens.news, PALEMBANG-  Kemarin Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengalihan lahan di Kabupaten Muaraenim. Satu diantaranya ialah seorang pengacara ternama yakni Abu Nawar Basyeban.

Untuk itu sebagai bentuk solidaritas rekan seprofesi ada 20 advokat yang tergabung dalam Peradi Pergerakan yang akan melakukan pendampingan hukum terhadap tersangka Abu Nawar Basyeban tersebut.

“Selain bentuk solidaritas kami pastinya akan mendukung penuh klien kami untuk mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia,” ucap Ca El Mangku Anom dan Ricky selaku Advokat dari Peradi Pergerakan, Saat dihubungi melalui sambungan telepon , Sabtu (13/11/2020).

Dikatakannya, untuk upaya hukum selanjutnya, sejauh ini pihaknya masih akan melihat perkembangan kasus yang menimpa kliennya itu.

“Ya ini kan masih dalam proses pemeriksaan oleh tim penyidik, jadi kami belum berani masuk kedalam pokok perkaranya, tapi yang jelas kami sudah ada pembelaan sendiri dan itu nanti akan kita sampaikan nanti,” katanya.

Mereka juga berharap agar proses pemeriksaan dilakukan dengan benar oleh pihak yang bertugas. Sehingga tidak ada keributan yang terjadi.

“Tentu kami berharap semua dilakukan sesuai prosedur berjalan tertib aman dan lancarlah,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel kembali mengamankan empat terdakwa  yang terlibat kasus suap dan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim tahun 2014 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,8 Miliar lebih.

Keempat tersangka tersebut ialah  Bupati Muara Enim periode 2014-2018 Muzakir Sai Sohar beserta tiga orang lainnya yakni HM Anjapri mantan Dirut PT. Mitra Ogan, Yan Satyananda yang merupakan mantan kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan serta Abunawar Basyeban selaku konsultan.

“Dalam pemeriksaan tim pidsus Kejati Sumsel mendapati sejumlah kerugian negara, proyek tersebut merupakan proyek fiktif sehingga kami beranggapan ada total lost atau tidak ada kegiatan sama sekali,” ungkap Plt Kejati Sumsel, Oktavianus.

Selanjutnya dari hasil pemeriksaan itu, tim penyidik dari Kejati Sumsel mengambil kesimpulan dan melakukan penahanan terhadap 4 orang tersangka tersebut agar mempermudah proses penyidikan lebih lanjut, serta untuk menghindari yang bersangkutan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti dan tindakan tidak koperatif.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More