intens.news
Mitra Informasi

3T di Sumsel Dinilai Kurang Optimal

0 17

Intens.News, PALEMBANG – Ahli epidemiologi dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyanu Liberty meminta kepada pemerintah untuk lebih optimal dalam melakukan 3T yakni Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan) dan Treatment (pengobatan).

Demikian dikatakannya usai rapat tim ahli pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Provinsi Sunateta Selatan (Sumsel), di Ruang Rapat Bina Praja gedung Pemerintah Provinsi, Senin (22/2/2021).

Iche mengatakan, saat ini di Provinsi Sumsel, kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan baik dari jumlah kasus positif maupun yang meninggal.

“Jumlah di Sumsel masih di bawah rata-rata kasus nasional. Angka kesembuhan semakin meningkat sekitar 86 persen lebih. Kematian juga ada kecenderungan turun, dan penambahan kasus pun cenderung menurun,” kata dia.

Meski demikian, Iche menilai masih banyak yang harus dikerjakan dan dioptimalkan lagi tentunya dengan tetap melakukan 3 T.

“Tapi kecendrungan di Februari agak sedikit meningkat. Penyebabnya tidak lain ialah 3T tidak optimal. Artinya dari 10 yang dites, hampir tiga yang positif. Itukan tidak sesuai dengan target WHO di bawah 5% ketika pandemi terkendali,” jelas dia.

Sementara dari hasil rapat yang dilakukan, Iche mengaku sudah mendapat gambaran adanya perubahan dari penanganan.

“Sifatnya belum terlalu teknis karena rapat perdana. Tetapi dari situasi yang ada, dapat beberapa gambaran terjadi perbaikan penanganan, perbaikan indikator epidemologinya. Dari penanganan indikator epidemologinya memang banyak yang mengalami perbaikan,” tutur Iche.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More