intens.news
Mitra Informasi

40 Hektare Hutan Lindung di Rambah Jadi Kebun Kopi

0 178

Intensnews,PAGARALAM- Kesatuan Perlindungan Hutan (KPH) wilayah X Dempo menemukan, 40 hektare lahan hutan lindung Gunung Patah, di wilayah Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah, berubah menjadi kebun kopi.

Kepala KPH Dempo X, Hery Mulyono mengatakan, bahwa hal in diketahui setelah ada informasi dari laporan dari masyarakat yang langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi kawasan hutan lindung.

“Personel rehabilitasi hutan lindung bersama polhut bergerak ke lokasi yang berada diperbukitan pada Rabu (26/5/2021) lalu.  Dilokasi terdapat sejumlah pondok dan areal tersebut sudah ditanam tanaman kopi sebagian lagi belum. Namun, diperkirakan mencapai 40 hektar,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa dilokasi tersebut lahannya sudah gundul. Lantaran pohon-pohonnya sudah ditebang.  Di lokasi, juga ada pondok yang dijadikan tempat tinggal. Soalnya, tanaman kopi disana tidak hanya baru ditanam, namun juga ada yang sudah berusia tanam satu hingga dua tahun.

Dikatakanya lagi, petugas RHL yang diterjunkan melakukan upaya tindakan tegas. Yang mana ada pondok terpaksa dirobohkan. Begitupun dengan tanaman kopi yang sudah terlanjur ditanam ditebang.

“Yang jelas, untuk areal hutan lindung, pihak KPH akan bertindak tegas bagi pelaku yang melakukan pembukaan lahan dengan cara dirambah,” unkapnya

Karena sudah jelas, Kata dia, hutan lindung tidak boleh dirusak apalagi dirambah untuk dialih fungsikan sebagai areal perkebunan dam Jika dilanggar jelas ada sanksi pidananya

“ Sedikitnya ada tujuh pondok yang kita robohkan. Selain itu, petugas RHL juga mengamankan peralatan untuk berkebun sebagai barang bukti yang dilakukan perambahan hutan lindung. Selain itu juga mengamankan puluhan pelang berupa pelat dari seng bertuliskan lahan diklaim dimiliki oknum warga,” katanya lagi.

seraya mengatakan tindakan tegas tersebut sebagai bentuk pelajaran bagi pelaku perambah hutan.

Namun sayang, lanjutnya, saat petugas melakukan penyisiran di lokasi perambahan tersebut, petugas kita tak menemukan penunggu lahan kebun disana.

“Kita tidak menemukan warga disana. Diperkirakan, penyisiran areal perambahan diduga telah bocor, atau telah diketahui perambah,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More