intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

52 Adegan Rekontruksi Diperagakan Atas Kasus Meninggalnya Akbar Pradiksar Menwa

0 192

Intens.news,OGAN ILIR – Polres Ogan Ilir menggelar rekonstruksi perkara pradiksar Menwa, di Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (11/11/2019). Dalam kasus meninggalnya Muhammad Akbar (19).

Dalam rekonstruksi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi didampingi Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Malik Fahrin, dan disaksikan dari Kejaksaan Negeri Ogan Ilir. Hadir juga orangtua korban dan keluarganya, serta ketiga tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sebanyak 52 adegan, yang diringkas menjadi 26 adegan diperagakan dalam rekonstruksi, sejak dari dimulainya kegiatan Pra-Diksar, sampai ke adegan yang diduga menjadi penyebab meninggalnya mahasiswa Universitas Taman Siswa Palembang itu. Panitia Pra-Diksar dari Universitas Muhammadiyah Palembang, juga didatangkan.

“Saya sempat menenangkan Akbar (korban), yang berteriak-teriak setelah mendapat materi. Ia teriak meluapkan emosinya, dalam posisi terbaring,” ujar salah seorang saksi yang juga Ketua Satuan Menwa Taman Siswa, Agustinus.

Dalam rekonstruksi itu juga nampak korban mengalami keram kaki pada Rabu pagi. Dan pada saat itu, korban diikat kakinya dengan tali tambang dan kayu, agar kakinya lurus.

“Kakinya selalu membengkok seperti huruf O, padahal keram,” ungkap salah seorang saksi.

“Waktu itu ia seperti kesakitan dan memegang kemaluannya terus menerus. Akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit,” ungkap saksi .

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi mengatakan, pihaknya menggelar langsung rekonstruksi perkara di tempat kejadian agar mendapat informasi yang real sesuai berkas yang telah dibuat sebelumnya. Dan untuk itu pula, pihaknya mengundak Kejaksaan Negeri Ogan Ilir.

“Ya untuk pemberkasaan oleh Sat Reskrim sudah lengkap, kita juga mengundang jaksa agar beliau juga mengetahui fakta di lapangan. Sehingga singkronisasi dengan Jaksa yang melihat,” ujarnya .

Sedangkan Kasatreskri Ogan Ilir AKP Malik menambahkan, tak menutup kemungkinan akan bertambah lagi tersangka dalam kasus ini, selain 3 tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Yang jelas tidak terbatas dari 3 tersangka itu, seperti yang diberitakan sebelumnya kita terus mengembangkan kasus ini,” ungkapnya.

Sedangkan Faseta (45) orang tua Akbar (korban-red) tertunduk lesuh dan sesekali menangis mengenang anak sulungnya yang tewas saat mengikuti kegiatan tersebut. Namun demikian, ia setia menunggu hingga rekonstruksi itu selesai pada malam hari.

“Anak saya di sini untuk pendidikan, kenyataannya dia disiksa sampai seperti di rekonstruksi itu,” ungkapnya.

“Harapan saya kepada ketiga tersangka dihukum mati,” pintanya.

Ditempat yang sama Tim kuasa hukum tersangka kasus Pra-Diksar Menwa, Eddy Kurniawan dan rekan mengklaim adanya kejanggalan dalam kasus tersebut. Hal itu ia ungkapkan setelah melihat rekonstruksi perkara yang digelar oleh Polres Ogan Ilir, di TKP tepatnya di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya.Menurut Eddy, ada ketidak-sinkronan antara Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan rekonstruksi tersebut.

“Terlepas dari keterangan BAP, ada ketidaksingkronan itu sebagai bahan kami untuk melakukan pembelaan di persidangan nanti,” ujarnya .

“Kita menghormati  penyidik yang menetapkan tersangka dan alat bukti. Namun tetap saja, mereka akan terus mengawal kliennya hingga persidangan,” tutupnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More