intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

6.900 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan

0 22

Intens.news, PALEMBANG – Sebanyak 6.900 lembar uang palsu kembali dimusnahkan Bank Indonesia (BI) kantor wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (9/10/2019). Uang palsu tersebut diserahkan oleh perbankan maupun masyarakat langsung kepada bank sentral yang beredar di Sumsel selama kurun 2016 hingga 2019.

Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan, pemusnahan barang temuan uang rupiah palsu tersebut disaksikan secara simbolis oleh Kapolda Sumsel.

“Jadi yang kita musnahkan ini merupakan contoh atau sampel dari uang palsu yang akan kita musnahkan pada hari ini. Uang palsu tersebut adalah yang diserahkan oleh perbankan dan masyarakat baik itu melalui  penyelenggara jasa pengolahan uang Rupiah (PJPUR) maupun juga hasil temuan langsung di loket Bank Indonesia,” ujarnya.

Lanjutnya, dari temuan tersebut, paling banyak adalah pecahan nominal Rp100ribu sebanyak 3.662 lembar, Rp50ribu sebanyak 2.719 lembar, Rp20ribu 412 lembar, Rp10ribu 82 lembar dan Rp5ribu sebanyak 25 lembar.

“Sampai dengan saat ini perbankan yang aktif dalam melakukan laporan penemuan uang yang diragukan keasliannya hanya 10 Bank. Seperti yang kita ketahui ada lebih dari 50 bank di Sumsel tapi hanya 10 bank yang aktif melaporkan penemuan uang palsu tersebut,” ungkapnya.

Menurut Yunita, temuan ribuan lembar uang palsu selama 3 tahun terakhir itu tergolong sedikit. Dia mengatakan pihaknya juga memerlukan waktu dalam pengecekan keaslian uang rupiah karena perlu dikirim ke Kantor BI di Jakarta dan setelahnya perlu mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri.

Ia menambahkan, penemuan uang palsu yang kemudian dilaporkan ke Bank Indonesia sesungguhnya laporan langsung dari perbankan adalah bentuk nyata dari upaya pemberantasan uang rupiah palsu. Jadi pihaknya sangat mengapresiasi bank-bank yang telah melaporkan temuan uang rupiah yang diragukan keasliannya tersebut.

“Ada beberapa bank yang kami ketahui tentunya memiliki sirkulasi uang yang sangat luas, sangat besar tapi belum pernah sekalipun melaporkan ke Bank Indonesia. Maka itu dimohon kepada bapak atau ibu pimpinan perbankan agar segera meluruskan mekanisme temuan uang palsu tersebut di kantornya, sekalian di seluruh cabang-cabangnya,” tegasnya.

Hal ini sebagaimana ditetapkan di undang-undang nomor 7 tahun 2019 tentang mata uang, dan bila menemukan uang yang tidak bukan keasliannya maka yang berhak menentukan asli atau tidaknya hanyalah Bank Indonesia.

“Kalau yang berhak menentukan asli atau palsunya hanya Bank Indonesia, jadi kita berharap dari perbankan agar segera melaporkannya kepada Kantor Bank Indonesia,” imbaunya.

Selain itu, BI juga berupaya menjaga uang rupiah dengan rutin melakukan sosialisasi terkait ciri-ciri keaslian uang rupiah di seluruh pelosok Sumsel. Pihaknya kerap melakukan sosialisasi yang ditujukan ke seluruh segmen masyarakat, mulai dari pelajar, akademisi, profesional dan petugas teller perbankan sebagai garda terdepan penerima uang dari masyarakat.

“Pemberantasan uang palsu ini merupakan salah satu bentuk dari upaya kita menjaga uang rupiah, sebagai lambang negara kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus sebagai bentuk koordinasi dan sinergi antar instansi kita tergabung di dalam Botasupal, yaitu badan koordinasi pemberantasan uang palsu,’ tuturnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More