intens.news
Mitra Informasi

86 Orang Terjaring Razia Yustisi, hanya 3 yang Membayar Denda

0 14

Intens.news, PALEMBANG Dengan penyebaran virus corona (Covid-19) yang masih cukup tinggi, operasi yustisi untuk menindaki pelanggan protokol kesehatan juga semakin ketat. Bahkan, razia juga digelar di perbatasan Palembang-Banyuasin.

Mira (23 tahun), seorang warga Kenten terjaring razia lantaran tak menggunakan masker saat berkendara. Setelah menjalani sidang di tempat, Mira memilih untuk menjalani hukuman membaca pancasila dan menyanyikan lagu nasional.

Hukuman itu dijalaninya seraya terus berdiri dalam posisi hormat kepada bendera merah putih yang telah disediakan petugas. “Biasanya saya pakai masker, tapi kebetulan hari ini lupa dan kebetulan juga lagi ada razia. Jadi saya dapat hukuman,” jelasnya, Rabu (21/10/2020).

Mira mengatakan, dirinya tidak menyangka akan menjadi salah satu warga terjaring razia pelanggar protokol kesehatan. Dihadapan petugas, warga Banyuasin ini berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya itu. “Cukup satu kali ini saja, jangan lagi terulang,” ujarnya.

Tak hanya Mira, razia ini berhasil menjaring sekitar 86 orang pelanggar protokol kesehatan. Setelah didata, warga diharuskan menjalani sidang yustisi di tempat untuk menentukan sanksi yang mesti di jalaninya.

Kasat Pol PP Sumatra Selatan, Aris Saputra mengatakan, mayoritas sanksi yang dijalankan adalah membersihkan fasilitas umum serta ketahan fisik seperti push up atau squat jam.

“Tapi ada juga yang lebih memilih untuk membayar denda. Sebagaimana yang sudah ditentukan, minimal Rp100 ribu dan maksimal Rp500 ribu sesuai dengan tingkat kesalahannya. Untuk hari ini, ada 3 orang yang memilih sanksi denda dan masing-masing mereka membayar Rp100 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, operasi yustisi ini digelar dalam rangka menegakkan pergub nomor 27 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman pada situasi covid-19 di Provinsi Sumsel.

Ia mengimbau agar masyarakat dapat selalu menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah selama masa pandemi.

“Masih banyak juga yang terjaring (razia) . Artinya memang pemerintah harus selalu sigap untuk mengingatkan kepada masyarakat agar betul-betul menegakkan protokol kesehatan ini dengan penuh kesadaran. Supaya masyarakat bisa terbiasa dan disiplin dalam menerapkannya,” tuturnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More