intens.news
Mitra Informasi

Alhamdulillah, Gaji PNS Naik?

0 48

RENCANA kenaikan gaji PNS yang mencapai Rp9 juta di kepangkatan terendah, benar-benar membuat seluruh mata PNS se-Indonesia berkaca-kaca. Situs website berbagai berita ramai-ramai di akses, untuk mengetahui kebenaran berita tersebut.

Sebagian menanggapinya dengan sedikit kegemparan, sambil memperhitungkan waktu dan realiasasi jumlah yang akan di terima perbulannya. Tidak sedikit yang berdebat dengan sesama pegawai, mengenai kebijakan penuh skema politik tersebut. Yang pasti, orang yang berbicara tentang kenaikan gaji PNS adalah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Tjahyo Kumolo.

Gelombang rencana kenaikan gaji tersebut, tidak sepenuhnya di pahami oleh masyarakat secara luas. Ada yang membaca sekilas dari berita yang tidak lengkap, banyak pula yang hanya mendengar dari mulut ke mulut. Angin segar tersebut setidaknya memberi harapan optimis terjadinya peningkatan kesejahteraan bagi PNS mengawali tahun 2021.

Jika di baca berulang, ternyata kebijakan kenaikan gaji PNS tersebut bukanlah gaji pokok, melainkan tunjangan kinerja. Tunjangan kinerja relatif berbeda-beda antara satu instansi dengan lainnya. Namun dalam peraturan yang di terbitkan pemerintah, PNS mendapatkan gaji dan tunjangan sesuai dengan kepangkatan dan masa kerja.

PNS mendapat gaji pokok, tunjangan kinerja, tunjangan umum, jabatan, tunjangan anak-isteri, dan lainnya. Gaji pokok paling rendah PNS yakni golongan IA, Rp1.560.000/ bulan. Dan tertinggi yakni golongan 4E Rp.5.901.200 dengan masa kerja diatas 32 tahun. Saat ini, rata-rata PNS baru adalah tamatan Sarjana S1. Dan akan mendapat pangkat di golongan 3A, dengan gaji pokok Rp.2.579.000 perbulan. Ditambah tunjangan umum, tunjangan anak-isteri, dan tunjangan kinerja rata-rata gaji dengan pangkat golongan 3A sebesar Rp.4,6 Juta lebih.

Nah, jika kebijakan pemerintah menaikkan tunjangan kinerja maka akan berlaku sesuai dengan fungsi dan jabatannya. Tunjangan kinerja ini berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Perhitungan Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri Sipil merupakan salah satu tunjangan yang diberikan kepada PNS. Besaran pemberiannya didasarkan pada hasil evaluasi jabatan dan capaian prestasi kerja PNS. Level jabatan paling rendah kelas 1 dengan nilai jabatan 190 sampai 240. Dan kelas paling tinggi yakni level 17 dengan nilai jabatan 4.055 sampai 4.730.

Untuk mengetahui jumlah besaran tunjangan kinerja dengan rumusan, TK = NJ x Idrp. Atau tujangan kinerja = Nilai Jabatan x IDrp (Rp.5000). Sederhananya, jabatan paling tinggi yakni sekretaris utama di level 17, dengan nilai jabatan 4.585 x Rp.5000 = 22.925.000/bulan. Maaf jika perhitungan ini salah karena memang perhitungan ini di dasari atas asumsi saja. Bisa saja jumlahnya lebih besar, atau sebaliknya lebih kecil.

Jika nanti pemerintah kemudian menaikkan tunjangan kinerja PNS paling rendah akan menerima gaji rata-rata Rp9juta sampai Rp10juta perbulan, kemungkinan berada di golongan 3A hingga golongan 4E, yang sesuai dengan masa kerja, jabatan, dan prestasinya. Artinya tidak semua PNS akan mendapatkan besaran yang di janjikan tersebut.

Sepatutnya kita berterima kasih pada pemerintah yang mengapresiasi dengan meningkatkan kesejahteraan PNS. Namun biasanya, akibat yang akan di timbulkan juga akan terasa pada kenaikan harga sembilan bahan pokok, atau pemutusan subsidi dari pemerintah pada rakyat.

Meski masyarakat yang bukan PNS tidak pernah merasa khawatir, namun para PNS sendiri saat ini mulai merasa khawatir atas berbagai kebijakan yang terkadang tidak populis yang mungkin akan memicu peningkatan harga kebutuhan pokok.

Angin segar ini bisa menjadi pemacu daya beli masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, dan menjadi kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat yang semakin jatuh akibat covid-19. Semoga seluruh masyarakat Indonesia sejahtera dan selalu berbahagia. Amiiin. (***)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More