intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Amankan Cagar Budaya, Pemkab OKI Tunggu Laporan Tertulis Tim Arkeolog

0 25

Intens.news, OKI – Peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbagsel Ignitius Suharno mengungkapkan, beberapa rekomendasi upaya penyelamatan hasil temuan warga berupa benda yang diduga cagar budaya akhir-akhir ini.

“Untuk kepentingan penelitian dan identitas, perlu langkah tepat agar kejadian ini tidak berulang, jika tak memiliki setidaknya kita memegang data barang-barang penemuan tersebut,” ujarnya saat berada di Kantor Bupati OKI, Rabu (8/10/2019).

Menurutmya, dalam rekomendasi tim arkeologi ini, diantaranya menguatkan upaya persuasif, berupa sosialisasi perlindungan cagar budaya kepada masyarakat serta dampak sosial, juga kesehatan bagi warga mencari benda diduga cagar budaya di lokasi tersebut.

Tak hanya itu, pembentukan tim yang terdiri dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbagsel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata unsur TNI dan Polri untuk melakukan upaya pelestarian dan perlindungan lokasi.

“Langkah awalnya adalah penyelamatan dulu lokasi dan benda-benda yang ditemukan,” ungkap Harno.

Terhadap rekomendasi tim arkeologi, Pemkab OKI segera menindaklanjuti dengan menunggu hasil laporan tertulis dari tim observasi.

“Rekomendasi tertulis dari tim arkeolog ini tentu menjadi dasar bagi kami Pemkab untuk segera mengambil kebijakan,” ungkap Asisten I Setda OKI, Antonius Leonardo.

Anton mengungkap, terhadap penemuan benda-benda bersejarah di beberapa lokasi kecamatan Cengal Pemkab terus melakukan koordinasi dengan Balai Arkeologi dan BPCB,.

“Koordinasi berbagai sektor ini terus kita kuatkan, masyarakat juga kita minta untuk melapor jika menemukan benda-benda diduga cagar budaya tersebut,” katanya.

Kepala Balai Arkeologi Sumsel, Budi Wiyana mengatakan, Balai Arkeologi Sumsel telah melakukan penelitian di Pesisir Timur OKI ini sejak tahun 2000 silam.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat pastikan penemuan tersebut berkaitan dengan kerajaan Sriwijaya,

“Dibeberapa situs seperti Karang Agung, Air Sugihan dan Tulung Selapan kita temukan tiang-tiang pemukiman, namun jami tidak bisa memastikan apakah itu benda cagar budaya peninggalan Sriwijaya atau bukan karena dibutuhkan riset lebih mendalam,” tandasnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More