intens.news
Mitra Informasi
intens hari raya

Ancam Sebarkan Video Tak Senonoh Korban, Agus Terancam 5 Tahun Penjara 

0 78

Inten.news, PALEMBANG – Nekat peras korban dengan meminta uang senilai Rp 100 juta serta mengancam akan menyebarkan video tidak senonoh korban berinisial MS, terdakwa M Agus Nuch alias Agus (38) warga Kompleks Kebun Bunga Palembang, diganjar penuntut umum Kejati Sumsel pidana 5 tahun penjara.

Dalam petikan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Nenny Karmila SH, Selasa (04/05) bahwa perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar 368 ayat (1) KUHP tentang pemerasan dan pencemaran nama baik.

“Menuntut agar majelis hakim dapat mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun,” tegas Nenny, saat membacakan tuntutan secara virtual di hadapan majelis hakim PN Palembang yang diketua Hotnar Simarmata SH MH.

Adapun pertimbangan memberatkan, menurut JPU, bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan korban MS Rp 100 juta, serta terdakwa juga tidak berterus terang mengakui perbuatannya. Sedangkan pertimbangan meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa yang didampingi penasihat hukum Ahmad Rizal SH dari Posbankum PN Palembang akan melakukan upaya pembelaan atas tuntutan (pledoi) yang akan dibacakan secara tertulis pada persidangan yang akan digelar pada minggu depan.

Ditemui usai sidang, Ahmad Rizal SH mengatakan bahwa tuntutan penuntut umum terhadap kliennya tersebut terlalu tinggi, dan akan mengajukan pledoi yang intinya akan menggunakan pembanding perkara (Yurisprudensi).

“Karena pernah saya menangani perkara yang serupa ditahun 2019 lalu, namun dituntut dibawah 1 tahun dengan kerugian korban lebih besar dari yang saat ini, itu akan kita beberkan pekan depan,” singkat Rizal.

Diketahui dalam dakwaan, perkaranya berawal dari terdakwa berkenalan dengan korban berinisil MS seorang pegawai negeri, melalui aplikasi Whatsapp, hingga pada tanggal 31Juni 2020, menerima ancaman, dengan modus akan menebar gambar tidak senonoh korban, bila korban tidak memberi terdakwa uang Rp 100 juta.

Korban sempat menawar Rp 25 juta saja, tapi ditolak terdakwa. Akhirnya korban mentransfer uang dengan bertahap tiga kali, pertama 13 Juli 2020 dua kali Rp 25 juta dan Rp 25 juta. Kemudian tanggal 14 Juli 2020 Rp 50 juta.

Setelah itu terdakwa berjanji, tidak akan menganggu, dan menghapus foto-foto tidak senonoh saksi korban MS.

Tapi nyatanya sebulan kemudian, terdakwa Agus meminta lagi uang Rp 200 juta dengan korban MS, dengan alasan akan pindah ke Kalimantan dan untuk modal usaha.

Saksi korban pun meresa diperas balik melapor ke pihak yang berwajib. Korban juga sering di SMS dan Whatsapp dengan nomor berbeda. Kendati demikian terdakwa tidak menyangkal telah menerima uang Rp 100 juta, tetapi membantah meminta uang lagi Rp 200 juta setelah itu.

editor : Fadhil

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More