intens.news
Mitra Informasi

Anggaran Rp286 M untuk Masjid, DPRD : Terbesar Sepanjang Terbentuknya Dinas PU Perkim Sumsel

0 32

Intens.news,PALEMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan meminta Pemprov Sumsel, agar anggaran proyek pembangunan Masjid Sriwijaya di wilayah Jakabaring Palembang bisa terserap maksimal tahun 2021.

“Kami meminta Pak Gubernur terus mem-briefing instansi terkait dalam hal ini Dinas PU Perumahan dan Permukiman (Perkim) Sumsel yang bertanggungjawab akan pembangunan Masjid Sriwijaya ini. Karena penganggaran untuk pembangunan ini hasil flotting. Jangan sampai tidak bisa terserap, kalau sampai terjadi ini bukan sebuah prestasi yang baik,” kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, MF Ridho, Rabu (25/11/2020).

Menurut Politisi Partai Demokrat Sumsel ini, anggaran pembangunan Masjid Raya Sriwijaya sebesar Rp286 miliar ini merupakan anggaran terbesar sepanjang terbentuknya Dinas PU Perkim Sumsel. Sebab untuk pembangunan fisiknya full konstruksi dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Di Rancangan-APBD Sumsel tahun anggaran 2021 dianggarkan dana sebesar Rp286 miliar untuk pembangunan fisik Masjid Raya Sriwijaya,” ujarnya.

Ridho menjelaskan, sebelumnya pendanaan masjid yang berlokasi di Kawasan Jakabaring dan digadang-gadang bakal menjadi masjid termegah di Kawasan Asia Tenggara ini diserahkan kepada Yayasan Masjid Raya Sriwijaya.

Namun kali ini, Pemprov Sumsel turun tangan langsung membantu pendanaan untuk penyelesaian pembangunan fisiknya.

“Dengan alokasi anggaran dari pos anggaran Dinas PU Perkim Sumsel ini diimbau agar betul-betul di manage waktunya, jangan sampai tidak dapat diselesaikan tepat waktu,” jelas Ridho.

Ridho melihat berkaca akan proyek penimbunan lahan bakal kantor Pemprov Sumsel di Kawasan Keramasan dengan anggaran yang jauh dibawah Masjid Raya Sriwijaya yang hanya sebesar Rp145 milyar yang sampai saat masih dalam pengerjaan.

“Start awalnya untuk proyek penimbunan yang kami bilang agak terlambat, kenapa baru dikerjakan sekarang. Padahal cuma sebatas penghamparan tanah dan pasir dan perataan. Padahal batas akhir proyeknya hingga akhir Desember mendatang,” ungkap Ridho.

Meski begitu, Ridho mendoakan agar proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu, karena tahun depan dianggarkan lagi dana untuk pengerjaan pondasi tiang pancang dengan anggaran sebesar Rp20 miliar.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More