intens.news
Mitra Informasi

Angka Kematian COVID-19 Capai 5,3 Persen, Kesembuhan Tembus 82 Persen

0 37

Intens.news, PALEMBANG – Angka kematian kasus virus corona (COVID-19) di Sumatera Selatan (Sumsel) tercatat mencapai 5,3 persen. Diketahui saat ini, angka kematian di Sumsel sudah mencapai 487. Sementara angka kasus positif sudah menyentuh 9.113 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengatakan, meski angka kematian Covid-19 di Sumsel mencapai 5,3 persen, namun angka kesembuhan Sumsel berada jauh diatas nasional, yakni sudah mencapai 82 persen.

“Jumlah pasien sembuh di Sumsel tercatat 7.384 orang. Secara persentase angka kesembuhan di Sumsel sudah mencapai 82 persen. Ini artinya angka kesembuhan Covid-19 diatas rata-rata nasional,” kata Lesty, Senin (24/11/20/2020).

Lanjutnya, tingginya angka kematian ini harus ditekan dengan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Caranya bukan hanya mengandalkan 3M saja melainkan 3W, yakni wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan dengan sabun dan wajib menjaga jarak.

“COVID-19 ini bukan hanya merenggut nyawa pasien dari masyarakat, namun juga tenaga medis sudah banyak yang jiwanya tidak tertolong. Di Sumsel, ada 14 tenaga medis yang meninggal dunia karena berperang melawan COVID-19. Kita harus bisa menghargai pengorbanan mereka dengan patuh terhadap protokol kesehatan,” ujar Lesty.

Lesty menjelaskan, jumlah tenaga medis yang meninggal dunia itu tercatat sejak awal pandemi hingga saat ini. Tenaga medis yang gugur ini menyebar di Sumsel, bukan hanya di Palembang.

“Mereka ini yang meninggal dunia karena langsung menangani pasien Covid-19 yang ada di Sumsel,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, di Sumsel ini sebenarnya jumlah testing atau kesadaran swab test masih kurang. Semula angka testing di Sumsel minimal 800 sampel per hari namun saat ini hanya berkisar 400-500 sampel saja.

“Kami minta agar fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas, jika ada suspek langsung diambil sampel. Agar lebih dini jika ada warganya yang terdeteksi paparan COVID-19,” ungkap Lesty.

Lesty menambahkan untuk itu, pemerintah juga masih menggalakkan upaya tracking, tracing, dan treatment bagi masyarakat Sumsel. Di Sumsel juga saat ini tercatat ada 1.342 tempat tidur isolasi, padahal pada awal masa pandemi di Sumsel hanya ada sekitar 250 tempat tidur isolasi.

“Kita terus meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi. Saat ini jumlah keterisian tempat tidur isolasi di Sumsel saat ini tercatat hanya berkisar 50 persen. Tapi bagaimanapun upaya pemerintah, masyarakat tetap harus mematuhi prokes agar jumlah kasus positif tidak semakin bertambah,” terangnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More