intens.news
Mitra Informasi

Asesmen Nasional Bukan Pengganti Ujian Nasional

0 173

Akhir-akhir ini berkembang di masyarakat bahwa Ujian Nasional akan dihilangkan dan diganti dengan Asesmen Nasional. Pernyataan itu menjadi pertanyaan di benak orangtua dan menimbulkan ketidakmengertian maksud dari kata-kata tersebut.

Untuk itulah diperlukan informasi yang jelas mengenai Asesmen Nasional. Asesmen Nasional merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh dari asesmen nasional diharapkan digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar murid.

Mengapa perlu ada Asesmen Nasional?

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada saatnya akan meningkatkan hasil belajar murid.

Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu.

Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut.

Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Asesmen Nasional dilatar belakangi oleh Hasil PISA ( Programme for International Student Assessment ) yang membuktikan kurang memadainya hasil belajar pendidikan dasar dan menengah, kemampuan guru-guru di Indonesia masih belum sebaik standar yang diharapkan karena adanya kesenjangan dalam keefektifan mengajar dan cara mengajar, ketimpangan kualitas terlihat antara Pulau Jawa dan daerah lainnya di Indonesia.

Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan. Asesmen Nasional diberikan kepada murid bukan di akhir jenjang satuan pendidikan. Asesmen Nasional juga tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. Hasil Asesmen Nasional tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual.

Seperti dijelaskan sebelumnya, hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran. Dengan demikian, Asesmen Nasional tidak terkait dengan kelulusan peserta didik. Penilaian untuk kelulusan peserta didik merupakan kewenangan pendidik dan satuan pendidikan.

Pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah melalui Asesmen Nasional diukur dengan 3 instrumen yaitu :

Asesmen Kompetensi Minimum : mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif

Literasi : Kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi : Kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Survei Karakter : Mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar non-kognitif.

Survey Lingkungan Belajar : mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Adapun peserta yang mengikuti Asesmen Nasional untuk persekolahan diambil sampel dari siswa kelas 5,8 dan 11 yang dipilih secara acak, sedangkan untuk pendidikan kesetaraan peserta adalah warga belajar kelas 6,9 dan 12 yang memerlukan. Setiap peserta mengerjakan AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Semua guru mengerjakan Survei Lingkungan Belajar secara mandiri. Kepala satuan pendidikan mengerjakan Survei Lingkungan Belajar secara mandiri.

Mengapa yang diukur Literasi dan Numerasi ?

Menurut studi nasional dan internasional, tingkat literasi murid Indonesia masih rendah. Literasi membaca dan numerasi adalah dua kompetensi minimum bagi murid untuk bisa belajar sepanjang hayat dan berkontribusi pada masyarakat.

Mengapa juga karakter diukur ?

Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi murid secara utuh. Asesmen nasional mendorong mengembangkan sikap, nilai (values), dan perilaku yang mencirikan Pelajar Pancasila.

Hasil Asesmen Nasional 2021 digunakan sebagai pemetaan awal (baseline) mutu sistem penyetaraan hasil belajar bagi peserta didik program kesetaraan.

Kemudian, hasil Asesmen Nasional 2021 tidak digunakan untuk menilai prestasi murid ataupun kinerja guru dan sekolah, diberikan kepada guru dan sekolah sebagai alat untuk melakukan evaluasi diri dan perbaikan pembelajaran. Untuk menghadapi Asesmen Nasional, murid, orangtua, guru dan sekolah tidak perlu cemas dan tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk menghadapinya.

Pelaksanaan Asesmen Nasional dikoordinasi oleh Kemendikbud bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil Kantor Kemenag dengan menggunakan komputer secara daring, murid mengerjakan pada sesi dengan jadwal yang ditentukan dan dengan diawasi.

Jadi Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Namun Asesmen Nasional menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan. Sebagai alat untuk mengevaluasi mutu sistem, Asesmen Nasional akan menghasilkan potret yang lebih utuh tentang kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran di sekolah. Laporan hasil Asesmen Nasional akan dirancang untuk menjadi “cermin” atau umpan balik yang berguna bagi sekolah dan Dinas Pendidikan dalam proses evaluasi diri dan perencanaan program.

Penulis : Kepala Sekolah SMA N Plus 17 Palembang, Purwiastuti Kusumastiwi.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More