intens.news
Mitra Informasi

Aspal Karet, Hilirisasi Karet Muba Pro Rakyat

0 75

Intensnews,MUBA-Sepanjang tahun 2018-2020, Kabupaten Musi Banyuasin berhasil mengaspal jalan sepanjang 19.364 Kilometer dengan menggunakan tekhnologi aspal karet lateks. Tekhnologi terbarukan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan dan penggunaan karet hasil tanaman masyarakat.

Penggunaan campuran aspal karet untuk pembangunan infrastruktur jalan di lakukan pemkab Muba sejak tahun 2018 lalu. Tidak hanya penggunaan saja, tetapi juga pemerintah membangun pabrik aspal karet yang diharapkan mampu memproduksi bahan tersebut sebagai bagian program hilirisasi karet rakyat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba, Herman Mayori mengatakan, uji coba aspal karet dimulai pada tahun 2018 lalu dengan pengaspalan 465 kilometer jalan di desa Sumber Mulya Kecamatan Sungai Lilin. Proyek awal tersebut berhasil menyerap 6,9 ton hasil karet rakyat.

“Atas prestasi tersebut, Kementerian PUPR pusat memberikan reward dana sebesar Rp20 Miliar agar Muba dapat meningkatkan pembangunan jalan aspal karet. Dan dana tersebut direalisasikan dengan pengaspalan di Jalan Kolonel Wahid Udin sepanjang jalan 6  kilometer, yang dilakukan pihak Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang dengan menggunakan aspal karet.,” Ungkap Herman kepada intensnews, Senin (1/2/2021).

Ditahun 2019, pemkab Muba kembali melakukan perbaikan jalan sepanjang 10,55 kilometer dengan menggunakan campuran aspal karet alam. Diantaranya di kawasan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, Sp Gardu Harapan KUD Trijaya – Tanjung Agung Selatan Kecamatan Lais, Peningkatan Jalan Halaman Rumah Dinas Bupati Muba, Kecamatan Sekayu dan di lanjutkan dengan peningkatan Jalan SD Model – Sp AMD Kecamatan Sekayu.

“Sepanjang tahun 2018, 2019, dan 2020 telah di lakukan pengaspalan karet di Muba sepanjang 19.364 kilometer,” ujar dia.

Untuk anggaran tahun 2021, tambah Herman Mayori, Dinas PUPR Muba rencananya menganggarkan dana sekitar Rp50-100 Milyar untuk membangun infrastuktur jalan dengan menggunakan aspal Karet.

“Kita sedang melakukan perhitungan berapa jumlah volume aspal karet yang akan digunakan, sebab kita belum bisa mengetahui secara pasti jumlah anggaran yang sudah tersedia dengan estimasi volume jalan yang akan dibangun menggunakan aspal karet,” kata dia.

Serap Karet Hasil Petani Muba  

Aspal karet merupakan campuran aspal dengan bahan aditif berbasis karet yang ditambahkan pada dosis tertentu. Aspal karet termasuk dalam golongan aspal modifikasi polimer. Karet yang di olah dapat berupa karet segar dalam bentuk lateks pravulkanisasi maupun kompon karet, dan juga serbuk karet dari limbah ban bekas. Adanya tambahan komponen karet dalam aspal menjadikan kualitas aspal karet lebih unggul daripada aspal murni.

Material karet di dalam aspal menyebabkan aspal menjadi lebih elastis sehingga dapat menahan beban lalu lintas yang berat, tidak mudah meleleh terutama ketika cuaca panas di siang hari, serta lebih lengket dengan aggregat sehingga permukaan jalan tidak cepat retak dan berlubang. Dan di klaim aspal karet mampu memberikan umur layanan yang 1,5 hingga 2 kali lebih panjang dibandingkan dengan aspal muni.

Penggunaan karet lateks pekat, akan dapat meningkatkan harga jual karet petani. Diketahui rata-rata harga karet kering gumpalan berkadar 60 persen di hargai sekitar Rp7000-8000 perkilogram. Sedangkan harga lateks pekat di hargai senilai Rp14ribu sampai Rp16 ribu perkilogram. Dengan penggunaan karet sekitar 2-3 ton karet setiap kilometer jalan (tergantung lebar dan ketebalan) tentu akan dapat meningkatkan penyerapan karet petani.

Memahami pentingnya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, Pemerintah Kabupaten Muba telah melaksanakan kerjasama dengan PT Jaya Trade sejak oktober tahun kemarin untuk memproduksi dan mengolah aspal karet lateks. Pabrik aspal yang dibangun pemkab Muba tersebut di klaim dapat menyerap 20.000 ton lateks pekat produksi petani Muba.

Foto(Hafiz Alpungky): Pabrik pengolahan aspal karet Muba

Bupati Muba Dodi Reza Alex beberapa waktu mengungkapkan, dengan telah dibangunnya pabrik tersebut, maka Muba dapat memproduksi aspal karet secara mandiri yang akan digunakan untuk pembangunan jalan-jalan di kabupaten, serta memberikan nilai tambah buat petani karet.

Pabrik tersebut, mampu menampung lateks produksi petani sebanyak 4 ton—5 ton per hari. Lateks pekat terpravulkanisasi tersebut disuplai oleh Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) Cipta Praja yang beranggotakan sebanyak 510 petani karet Muba.

Plt kepala Dinas perkebunan Muba  Plt Kadisbun Muba Ahmad Toyibir mengatakan, Pemkab Muba memiliki aset gedung dan alat pengolah karet tersebut merupakan bantuan dari pusat penelitian bogor, dan untuk pengelolaan aspal karet berbahan latex campuran aspal adalah milik PT Jaya Trade.

“Ya, untuk ketersediaan bahan latex pekat ini, sudah siap, namun, untuk sistem pemilihan bahan lateks pekat ini harus menggunakan sistem order. Karena campuran aspal karet ini kan ada kadaluarsanya jadi kita meunggu sesuai orderan berapa yang dibutuhkan akan di produksi,”ungkap Ahmad Toyibir.

Sementara untuk teknis atau proses, awal hingga menjadi aspal curah campuran berbahan latex, ia menerang, masyarakat  menjual hasil karet ke Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).Setelah di UPPB, akan dikelolah terlebih dahulu latex untuk bahan campuran aspal hotmix.

“Untuk komposisi aspal karet terdiri atas karet alam sebesar 0,42 persen, aspal minyak 5,58 persen, dan agregat kasar dan halus sebesar 94 persen atau pemanfaatan karet alam adalah 7 persen dari kadar aspal,”terangnya.

Dia menambahkan, penggunaan aspal karet ini diharapkan dapat mendongkrak harga di tingkat petani di tengah anjloknya harga karet dunia. Pemkab Muba memiliki 80 unit UPPB yang terintegrasi dengan sistem digital, hingga mudah di akses petani. Sejauh ini, kata dia, sebagian besar karet petani Muba diolah oleh pabrik crum rubber menjadi sir 20 yang 70 persennya digunakan untuk industri ban dan sisanya untuk industri lain seperti suku cadang, busa, sandal , sepatu, bantalan dan lainnya.

Dinas Perkebunan Sumsel mendukung pembangunan infrastuktur jalan yang menggunakan aspal Karet. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian mengatakan, pihaknya mendukung rencana Pemkab Muba untuk membangun infrastuktur jalan yang menggunakan aspal Karet.

“Tetap harus didukung, sebab hal ini bisa menjadi jalan keluar untuk muatan ekonomi daerah di tengah stagnannya harga karet di Sumsel,” kata Rudi kepada intensnews.

Meskipun suplay dengan permintaan karet lagi seimbang, tapi dirinya menilai pembangunan infrastruktur jalan di Muba dengan menggunakan aspal karet milik para petaninya itu akan menjadi contoh bagi bagi para petani karet lain di Kabupaten dan kota di Sumsel.

“Suplaynya turun, permintaannya juga turun cocok, jadi kalau suplay ini kita kurangi untuk aspal karet otomatis harganya naik, makanya harus didukung rencana Pemkab Muba,” jelasnya.

Saat ini terdapat sebanyak 229 UPBB di Sumsel, diharapkan suplay karet lateks pekat dari para petani di Sumsel dapat membantu permintaan bahan utama aspal karet yang bakal di produksi secara massal.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More