intens.news
Mitra Informasi

Bahas Izin Tambang, Gubernur Sumsel Minta DPRD Muara Enim Utamakan Masyarakat

0 44

Intens.news, PALEMBANG – Gubernur Sumsel, Herman Deru menerima Pimpinan DPRD, Ketua Komisi I dan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Muara Enim dalam rangka terkait izin pertambangan rakyat yang ada di Kabupaten Muara Enim di Griya Agung Palembang, Selasa (3/11/2020).

Ia pun menyambut baik dan merespon kehadiran pimpinan dan Anggota DPRD Muara Enim tesebut yang tujuannya baik untuk mencari solusi dari permasalahan pertambangan rakyat di Muara Enim, pasca terjadinya longsor tambang batu bara rakyat di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim pada Rabu 21 Oktober lalu yang menewaskan 11 orang pekerja.

Menurutnya, Sumsel memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang lengkap meskipun masyarakat ada yang merasakan dan tidak merasakan akibat dari kekayaan alam tersebut. Untuk itu, langkah solusi yang harus diutamakan adalah langkah kemanusiaan.

“Pasti ada yang membeli makanya ada tambang rakyat ini dan pastinya ada disparitas (Selisih) harga yang lebih murah. Kenapa dilarang, karena pekerja tersebut masih perlu bimbingan keselamatan dan kemudian dampak lingkungan serta tidak adanya pajak. Kalau tambang resmi tentu diatur safetynya (Kemanannya),” ujarnya.

Menurutnya, pertambangan rakyat ini sulit dikontrol karena tidak memiliki perizinan. “Satu yang sSya inginkan bagaimana pemberdayaan masyarakat sekitar. Kemudian, secara hukum memang melanggar. Namun, bagaimana solusinya karena adanya masyarakat yang penghasilannya bergantung pada tambang tersebut,” tegas HD.

Mengenai permasalahan tersebut, Pemprov Sumsel telah mengambil langkah agar dalam waktu dekat dilakukan diskusi bersama semua pihak dengan mengundang Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara untuk hadir langsung di Kabupaten Muara Enim dijadwalkan pada Kamis 5 November mendatang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Muara Enim, Ermanadi, mengatakan, kedatangannya itu untuk mengharapkan arahan Gubernur Sumsel sebagai tindak lanjut dari surat Asosiasi Masyarakat dan Tambang Batu Bara.

“Saat ini pertambangan rakyat tersebut kondisinya sudah terhenti. Masyarakat sendiri tidak bisa berlama lama terhenti. Karena tambang tersebut merupakan sumber pengahasilan para pekerja tambang,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More