intens.news
Mitra Informasi

Ball Phyton, Ular Peliharaan Untuk Pemula

0 36

Intensnews,PALEMBANG – Dalam memelihara ular biasanya identik dengan kesan sangat seram, geli, dan menakutkan. Namun, bagi pecinta reptil hewan ini terlihat sangat cantik dan unik. Karena bentuk, warna, dan ciri ular yang eksentrik banyak orang menjadi jatuh hati. Seperti Noviandy Kurniawan Harenfa pembudidaya ular di Kota Palembang, dirinya hobi dalam membudidayakan hewan jenis ular. Bahkan  ular-ular yang dibudidayakannya itu terbilang beda dengan ular liar lainnya, lantaran ukurannya yang minimalis, tak lebih dari 1,5 meter dan tidak berbisa.

“Saya memelihara jenis Ball Phyton atau Sanca Bola, spesies ular tak berbisa yang berasal dari Afrika. Ular ini sangat cocok jadi peliharaan karena wataknya yang jinak,” ujar dirinya, Sabtu (13/2/2021).

Noviandy mengatakan, ular-ular dari spesies Sanca Bola sangat aman untuk dipelihara. Warna kulitnya pun indah dan enak dipandang karena eksotis. Bentuknya yang kecil, membuat ular tersebut memiliki karakteristik yang khas, dimana ular itu selalu melingkar seperti bola.

“Untuk memeliharanya tidak susah, apalagi bagi pemula ini sangat cocok. Kita cukup menyediakan tempat dengan suhu yang hangat dan bersih,” jelas dia.

Menurutnya, ukurannya yang kecil, membuat pemeliharaan Sanca Bola tidak lah sulit untuk mencari ruangan. Berbeda dengan ular dengan ukuran giant yang memiliki panjang empat sampai lima meter.

“Jauh sebelum memelihara Ball Phyton saya sempat memelihara ular besar, namun sejak enam tahun terakhir saya beralih karena fokus ke ular ukuran kecil,” jelas dia.

Owner Maximus Reptiles itu mengatakan, budidaya ular Ball Pyhton harus memperhatikan umur dan beratnya. Tak jarang dirinya harus memisahkan ular mulai dari baby yang baru menetas, lalu remaja untuk ular yang sedang tumbuh dan indukan yang siap untuk bertelur.

“Dalam setahun bertelur dapat satu kali. Bisa saja dua kali, tapi kasihan. Sekali bertelur lima hingga sembilan butir dan itu belum tentu menetas semua. Sedangkan penetasan kami di luar kandang dengan bantuan inkubator,” jelasnya.

Menurut Noviandi, dari budidaya ular ini dirinya kerap menjual Ball Phyton hingga ke pulau Jawa. Ular tersebut banyak dibeli untuk peliharaan karena memeliharanya tidak sulit, cukup diberi makan tikus putih kecil.

“Kalau harga tergantung genetik. Kalau normal Rp700 sampai Rp1 juta. Bahkan ada jenis khusus yang bisa dijual sampai ratusan juta,” terangnya.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More