intens.news
Mitra Informasi

Banding Diterima, Terpidana Kasus Pengadaan Embung Venue Asian Games Divonis Bebas

0 11

Intens.news, PALEMBANG – Febry Alfian alias Ayong (51) terpidana yang telah divonis selama 2 tahun penjara pada kasus penipuan proyek pengadaan embung pada Venue Asian Games 2018 di Jakabaring, akhirnya divonis bebas pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi kota Palembang. 

Hal itu diketahui dalam surat putusan banding nomor 263/PID/2020/PT PLG tertanggal 19 Februari 2021 oleh majelis hakim banding diketuai Teguh Harianto SH, MH, dengan hakim anggota R. Sabarrudin Ilyas SH MHum dan Barmen Sinurat SH.

Adapun dalam petikan amar putusan banding tersebut mengatakan bahwa membatalkan putusan PN Palembang nomor 1399/Pid.B/2020/PN.Plg tanggal 26 Nopember 2020 yang menyatakan terdakwa Febry Alfian Alias Ayong tidak tebukti telah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu yaitu perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 379 a dan pasal 378 KUHP.

Selanjutnya majelis hakim banding memerintahkan melepaskan terdakwa Febry Alfian alias Ayong dari semua dakwaan dan tuntutan hukum (ontslaag Van Alle Reechtsvervolging).

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Titis Rachmawati selaku penasihat hukum terdakwa membenarkan bahwa terdakwa saat ini sudah dibebaskan sebagaimana petikan putusan pada tingkat banding.

“Pada nyatanya majelis hakim tingkat banding telah jeli melihat pokok perkara yang menjerat klien kami bahwa dalam banding yang kami ajukan menyatakan perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti, namun perbuatan tersebut bukan merupakan suatu tindak pidana,” ujar Titis, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (26/2/2021).

Titis menjelaskan pekara ini sifatnya wanprestasi saja yang harusnya masuk di ranah perdata karena sebelumnya terdakwa sudah ada upaya melakukan pembayaran dengan menawarkan beberapa aset yang dimiliki yang nilainya melebihi dari nilai hutang yang disangkakan.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kasi Pidum Kejari Palembang Agung Ary Kesuma terhadap putusan itu mengungkapkan, akan melakukan upaya kasasi ke tingkat Mahkamah Agung.

“JPU nya akan melakukan upaya hukum kasasi atas putusan tersebut. Dan kami mempunyai waktu 14 hari ke depan untuk menyatakan kasasi,” tegas Agung.

Diketahui, terdakwa Ayong yang mengaku sebagai komisaris PT. Surya Prima Abadi bergerak dalam bidang supplier proyek lanjutan perluasan embung salah satu Venue Asian Games di Jakabaring tahun anggaran 2017.

Saat itu proyek tersebut membutuhkan pengadaan batu belah yang kemudian ditawarkan terdakwa kepada korban Bong Elvan Hamzah atau pihak PT. Metro Ragam Usaha senilai Rp 3,4 miliar.

Selain kepada PT. Metro Ragam Usaha, terdakwa juga menawarkan kepada PT. Mitra Baratama Persada  senilai kurang lebih Rp 4,6 miliar. Terdakwa Ayong menjanjikan paling lama 2 bulan tagihan itu akan dibayarkan sejak barang diterima.

Kedua perusahaan itu diduga mengalami kerugian dengan total lebih kurang Rp 8 milar dan terdakwa sendiri didakwa melanggar pasal 379 a KUHP atau pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More