intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Belum Lama Dibentuk, Tim Belut Bekuk 28 Penjahat

0 60

Intens.news, PALEMBANG – Sejak terbentuknya Tim Begal Seluruh Penjahat (Belut) pada tanggal 7 Oktober 2019 lalu, di bawah Pimpinan AKP Willian Harbensyah. sampai hari ini tim tersebut sudah menangkap 28 tersangka dari berbagai macam kasus di wilayah Gandus, Palembang.

Kapolsek Gandus, AKP Willian Herbansyah didampingi Kanit Reskrim Ipda Hermansyah mengatakan, tim Belut dibentuk sesuai dengan nama yakni punya misi untuk memberantas para penjahat khususnya di wilayah hukum Gandus.

“Terhitung sejak saya dilantik, tim Belut langsung dibentuk dengan dipimpinan Kanit Reskrim kita,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Muara Enim ini, Jumat (29/11/2019).

Dari sekian banyak kasus yang diungkap, dikatakan Willian, ada beberapa tersangka yang telah diserahkan ke Pengadilan untuk diproses lebih lanjut. Saat ini tersangka yang masih di Mapolsek Gandus tersisa 22 orang.

“Ada banyak tersangka dari berbagai kasus. Seperti 3C (Curat,Curas dan Curanmor). Ada juga kasus atas kepemilitan sajam dan senpi,” tutur pria berkelahiran di Lubuk Linggau itu.

Diketahui, Dari 28 tersangka tediri dari 6 kasus narkoba sebanyak 12 tersangka, 7 kasus curas dengan 7 tersangka, 3 kasus sajam dengan 3 tersangka, satu senpi dengan satu tersangka, 3 kasus penganiayaan dengan 3 tersangka, satu kasus pengancaman dengan satu tersangka dan satu kasus penipuan dengan satu tersangka. Dari sekian banyak tersangka terdiri dari 26 laki-laki, satu perempuan dan satu anak-anak.

Sementara, salah satu tersangka mengaku sudah lima kali masuk penjara atas kasus Curanmor yang kerap berkasi di kawasan Musi II Palembang. Dari hasil curian dia mengaku digunakan untuk pesta narkoba. “Sudah lima kali masuk penjara. Saya biasanya curi motor dikawasan musi dua. Dari hasil curian saya gunakan untuk pakai narkoba,” ungkapnya.

Tersangka lainnya bernama Bobi atas kasus kepimilikan Senpi mengaku, jika senpi yang dia pegang hanyalah titipan dari temannya. “Punya teman, sekitar satu bulan saya dititipi,” Kilahnya.

Apapun alasannya, tersangka Bobi terancam melanggar Undang-Undang RI No. 12 tahun 1951 tentang senjata api.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More