intens.news
Mitra Informasi

Belum Sempurna, Akses Menuju Jembatan Musi VI Masih Jadi Hambatan

0 96

Intens.news, PALEMBANG – Jembatan Musi VI diharapkan menjadi salah satu solusi pemecah kemacetan di Palembang, yang menghubungkan kawasan Seberang Ulu dan Ilir. Jembatan ini pun, saat ini secara resmi telah dibuka untuk umum sejak Rabu petang (6/1/2021).

Meski digadang sebagai pemecah kemacetan di Palembang, namun Jembatan Musi VI Palembang yang menghubungkan Jalan Faqih Usman dan Sultan Mansyur masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR).

Pasalnya, para pengendara yang melintas dari arah Seberang Ulu menuju ke Ilir menemui sedikit hambatan. Seperti di jalan menuju Jalan Sultan Mansyur, menyempit dan hanya cukup dua kendaraan saja. Akibatnya, di pangkal jembatan Seberang Ilir terjadi penumpukan kendaraan.

Selain itu, sejumlah kendaraan yang melintas dari arah Taman Purbakala Sriwijaya (TKPS) terpaksa harus jauh memutar hingga ke simpang tiga Makrayu. Sebab, di sana tidak ada u-turn untuk memutar langsung naik menuju jembatan.

Sementara, para pengendara yang naik dari Seberang Ilir terdapat kendala adanya Pasar Pagi 2 Ulu yang berada tepat di samping jembatan, sehingga menyebabkan kemacetan, khususnya di pagi hari.

Para pengendara yang akan melintas dari Seberang Ilir, untuk sementara waktu akan turun ke dua arah, yakni ke kiri menuju Jalan KH Moh Asyik 3-4 Ulu dan ke kanan menuju 1 Ulu.

Meski bisa turun di dua arah berbeda, pengendara akan bisa langsung masuk menuju jalan Faqih Usman. Berbeda di Seberang Ilir pengendara akan turun menuju jalan Sultan Mansyur.

“Jembatan Musi VI resmi diungsikan. Untuk satu minggu ini kami akan dibantu petugas Dishub dan lantas untuk melakukan rekayasa jalan,” kata Kepala Dinas PUBM-TR Sumsel Darma Budhy.

Ia menjelaskan, selama masa ujicoba ini pihaknya akan melakukan analisa titik-titik mana saja di Jembatan Musi VI Palembang yang menyebabkan kemacetan.

Meski telah resmi difungsikan, namun Budhy mengaku Jembatan Musi VI baru boleh diperbolehkan dilintasi oleh kendaraan umum roda dua dan empat dengan tonase ringan saja.

“Kendaraan tonase besar belum boleh dulu. Kami juga imbau masyarakat jangan stop di atas jembatan sehingga akan menyebabkan kemacetan nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus, menambahkan pihaknya bersama jajaran lantas akan melalukan rekayasa lalu lintas selama pekan ke depan.

Pihaknya akan memetakan titik-titik mana saja yang terjadi kemacetan. Setiap hari pihaknya akan menempatkan 20 orang personel yang akan bertugas mengatur lalu lintas.

Menurutnya, di Simpang Makrayu sebagai tempat U-Turn dan pangkal jembatan di Seberang Ulu merupakan titik kemacetan yang bakal terjadi. Maka dari itu, petugas akan disiapkan untuk mengatur para pengendara agar tidak terjadi penumpukan.

“Nantikan akan dilakukan evaluasi,  untuk di Seberang Ulu jika diperlukan akan kita lakukan pemberlakuan jalur satu arah,” ungkap Nelson.

Seperti diketahui, konstruksi keseluruhan bentang Jembatan sudah tersambung dengan panjang total konstruksi Jembatan Musi VI yaitu 925 meter, lebar 11,5 meter.

Jembatan ini mengakomodir lalu lintas dua lajur, dua arah dengan lebar 8,5 meter trotoar 2×1,5 meter kiri dan kanan dan tinggi tinggi clerance dari Sungai Musi 13 meter dan tinggi di atas jembatan 5,2 meter dengan kapasitas dilalui oleh kendaraan muatan sumbu 8 ton.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More