intens.news
Mitra Informasi

Berdalih Mabuk Berat Hendak Aniaya Ayah Kandung, Syukri Terancam 12 Tahun Penjara

0 16

Intens.news, PALEMBANG- Beralasan mabuk, Syukri warga Jalan KH Azhari Kecamatan Seberang Ulu II Palembang ini berniat menghabisi ayah kandungnya dengan menggunakan sajam lantaran diduga adanya permasalahan keluarga antara dirinya dengn sang ayah. 

Hal itu terungkap saat Syukri ditetapkan sebagai terdakwa dan menjalani sidang perdana di ruang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang, Jumat ( 20/11/2020).

 Pada sidang virtual yang berlangsung hari ini, dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Abu Hanifah dirinya menyatakan saat kejadian ia sedang mabuk sehingga tidak sadarkan diri mengamuk dan mengancam akan menganiaya ayah kandungnya sendiri.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Isnaini SH menyebutkan bahwa M. Syukri yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian ini ditangkap oleh petugas kepolisian pada September 2020 silam.

“Saat itu tim buser Polsek SU II Palembang sedang melakukan patroli melihat terdakwa sedang melempar barang-barang yang berada di dalam rumahnya, dan langsung mengamankan terdakwa,” ujar Jaksa bacakan dakwaan.

Saat dilakukan penggeledahan, kata Jaksa, ditemukanlah barang bukti sebilah senjata tajam (sajam) penikam yang diselipkan terdakwa dipinggang bagian sebelah kanan terdakwa.

Ketika ditanya hakim ketua tentang perihal tentang mengamuknya terdakwa serta untuk apa sajam itu digunakan, terdakwa hanya menjawab masalah keluarga dan dibawah pengaruh minuman alkohol berniat mencelakai ayah kandungnya sendiri.

“Saya tidak terlalu ingat pak karena saat itu saya lagi mabuk dan sajam itu untuk melukai ayah pak,” ungkap terdakwa.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh saksi Polisi yang menangkap terdakwa bernama Ikhsan yang dihadirkan oleh JPU yang saat terdakwa diinterogasi mengakui perbuatan itu.

“Dia ini pas kami lewat, dalam posisi mabuk mengamuk didalam rumah dan saat kami amankan didapati sebilah sajam dalam keterangannya sajam itu digunakan untuk melukai ayah kandungnya,” kata saksi.

Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No.12 Tahun 1951 terancam pidana maksimal 12 tahun penjara.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More