intens.news
Mitra Informasi

Berdalih Menjadi Tulang Punggung Adiknya, Terdakwa Sabu Ini Tak Terima Dituntut 7 Tahun Penjara

0 29

Intens.news, PALEMBANG – Berdalih menjadi tulang punggung adik-adiknya, Evin Supriadi terdakwa yang kedapatan menyimpan sabu didalam lubang bambu jemuran di Jalan KH Azhari Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang  ini meminta keringanan hukuman kepada para majelis hakim pada sidang virtual, Selasa (1/12/2020).

Pasalnya terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Sigit Subiantoro dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 800 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

“Dengan ini menuntut, bahwa terdakwa Evin Supriadi telah melanggar pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan barang bukti 1 buah paket sabu seberat 0,32 gram,” ucap JPU Sigit pada sidang virtual yang beragendakan pembacaan tuntutan sekaligus pledoi pada sidang virtual yang dipimpin oleh Hakim Ketua Toch Simanjuntak.

Usai pembacaan tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Daud SH meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim.

“Minta keringan pak hakim karena Saya tulang punggung adik-adik saya,” ucap terdakwa pada saat sidang teleconference berlangsung.

Selang beberapa menit, kuasa hukum terdakwa Daud SH mengajukan pledoi yang dibacakan secara lisan dihadapan majelis hakim.

“Dengan ini memohon kepada majelis hakim untuk meringankan hukuman karena terdakwa bukanlah bandar dan memiliki banyak adik yang harus dihidupi,” ucap Kuasa hukum terdakwa Daud di ruang sidang.

Mendengar pledoi tersebut, majelis hakim pun menunda persidangan minggu depan tanggal 8 Desember 2020 dengan agenda pembacaan putusan.

Dalam dakwaan diterangkan bahwa Evin Supriadi Warga Jalan KH Azhari Kecamatan SU II Palembang harus berhadapan dengan hukum karena kedapatan membawa  satu paket sabu pada bulan Agustus 2020 lalu.

Pengguna aktif narkotika jenis sabu ini menjadi terdakwa dan menjalani sidang perdananya secara virtual di dihadapan majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Touch Simanjuntak SH MH, di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa (24/11/2020).

Sidang  yang dipimpin oleh hakim ketua Toch Simanjuntak ini bergendakan Pembacaan  dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sigit SH sekaligus mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sigit SH menyatakan terdakwa Evin Supriadi, telah melanggar pasal sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam melanggar Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam sidang perdana terdakwa Evin Supriadi, JPU turut menghadirkan seorang saksi bernama Diansyah yang merupakan petugas kepolisian dari satuan Polsek Seberang Ulu II Palembang.

Dalam kesaksiannya Diansyah mengatakan jika terdakwa sempat mengecoh petugas yang melakukan penggeladahan terhadap dirinya.

“Awalnya kami curiga dan melakukan penggeledahan pada tubuh terdakwa Evin, namun tidak ditemukan barang bukti. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan kembali, petugas dapati barang bukti berupa paket kecil sabu yang disimpan terdakwa dalam lubang bambu jemuran, yang letaknya saat itu dekat dengan terdakwa,” ujar Saksi Diansyah di hadapan majelis hakim melalui sambungan telekonference.

Ia juga menjelaskan jika terdakwa Evin mengaku barang haram tersebut dibelinya dari seorang bernama Nando dengan harga 100 ribu rupiah. Barang haram tersebut rencana akan dipakai sendiri oleh terdakwa.

“Dia mengaku beli barang tersebut dari seorang bernama Nando seharga 100 ribu rupiah. Saat ditanya terdakwa mengaku barang haram tersebut buat dipakai olehnya sendiri, namun belum sempat dipakai di tangkap petugas,” jelas Diansyah.

Atas dakwaan JPU dan kesaksian saksi dalam persidangan, terdakwa Evin Supriadi tidak memberikan bantahan.Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda, tuntutan JPU.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More