intens.news
Mitra Informasi

Berfikir Logis di Tengah Ketakutan

0 55

AKSI memborong makanan, minuman, cairan anti septik, masker, dan lainnya terus terjadi. Harga kebutuhan hidup semakin tinggi, meski punya uang namun sebagian masyarakat mulai merasakan kesulitan membeli makanan dan minuman untuk hidup. Ini semua adalah dampak yang ditimbulkan oleh wabah Corona, yang tidak hanya memberi ketakutan secara psikis, namun yang lebih parah lagi ternyata memberi dampak runtuhnya perekonomian masyarakat.

Jalan-jalan mulai sepi, para pedagang memilih untuk tidak berjualan, pasar tradisional lenggang, sebagian toko kelontongan juga tutup. Mungkin sebagian kita yang cerdas dan punya uang, telah memenuhi kulkas dan gudang makanan untuk satu bulan kedepan. Namun tidak bagi sebagian warga lainnya yang hidup miskin. Jangankan mengumpulkan makanan untuk satu bulan, satu hari saja mereka sulit. Kehidupan seakan menjadi neraka di tengah kegoncangan wabah dunia.

Para warga miskin tidak pernah khawatir dengan Corona, mereka tetap mengais sampah demi untuk bertahan hidup. Plastik bekas, besi bekas yang mereka kumpulkan di jual untuk menebus sebungkus nasi dan lauk, demi bertahan hidup. Semua dapat kita saksikan di pinggir-pinggir jalan, yang penuh dengan dengan sampah yang mungkin didalamnya bukan hanya terdapat virus corona namun berbagai virus lainnya yang lebih berbahaya.

Namun, berkat keadilan Ilahi warga tersebut tetap sehat dan baik-baik saja. Mereka nyaris tidak pernah sakit,bahkan tidak memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS, karena tidak mampu membayarnya.

Di tengah keberadaan virus Corona, para dokter, perawat, staff administrasi rumah sakit, dan pegawai-pegawai rumah sakit dan klinik tetap bertugas seperti biasa. Mereka memiliki hati yang ikhlas, keyakinan yang teguh dan fisik yang kuat. Hidup para tenaga medis hanya untuk kehidupan manusia. Mereka mengabdi dan membaktikan diri untuk kehidupan. Para tenaga medis, tidak pernah takut tertular penyakit yang sedang di derita pasien, mereka tidak khawatir meski harus membuang kotoran pasien yang berak di tempat tidur, bahkan membersihkan darah pasien yang terkena virus yang sangat berbahaya. Patutlah kita berterima kasih dan memberikan salam hormat pada mereka tenaga medis.

Sekali lagi, berkat keadilan Ilahi warga tersebut tetap sehat dan baik-baik saja. Mereka nyaris tidak pernah sakit meski gaji yang mereka terima setiap bulan sebagai pegawai honor rumah sakit, sangat tidak layak menghidupi diri dan keluarga mereka.

Ditengah ketakutan yang tercipta, masih banyak manusia-manusia yang hidup tenang dan berbahagia menikmati hari indah. Masjid-masjid tetap ramai, tali silaturahmi tetap terjaga, dan kewaspadaan terhadap timbulnya kekacauan juga tetap di lakukan. Para aparat keamanan TNI/ Polri, dan satpam tetap menjaga aset-aset pemerintah dan swasta, menjaga masyarakat dari berbagai kemungkinan yang terjadi secara massal.

Sekali lagi, berkat keadilan Ilahi warga tersebut tetap sehat dan baik-baik saja. Mereka nyaris tidak pernah sakit meski mereka mempertaruhan jiwa mereka untuk menegakkan hukum dan keadilan.

Kini, pemerintah tengah berupaya keras untuk mengatasi penyebaran virus Corona di seluruh wilayah. Sudah banyak masyarakat yang kena, sakit, bahkan meninggal dunia. Namun jika di kalkulasikan, jumlah mereka yang terkena virus Corona baik yang sakit atau yang meninggal dunia, hanya 0,00001 persen dari seluruh jumlah penduduk di Indonesia.

Penduduk yang sehat harus tetap beraktifitas, masih membutuhkan makanan dan minuman yang sehat. Membutuhkan interaksi, membutuhkan hiburan, informasi, dan tetap membutuhkan tempat untuk berdoa sebagai tanda bakti kepada Tuhan. Masjid-masjid tidak boleh tutup, pasar tradisional harus tetap buka, pasar dan mall harus tetap aktif.

Pemerintah harus menjamin ketersediaan sembako di masyarakat. Pemerintah harus juga menjamin makanan yang minuman sehat yang murah, pemerintah juga harus tetap menjamin keamanan bagi masyarakat luas. Dampak Corona tidak boleh menjadi penyebab kekacauan massal, runtuhnya perekonomian yang menyebakan masyarakat jadi kelaparan.

Mari berfikir logis dan jernih, mungkin Tuhan sedang menegur atau bahkan menghukum kita karena banyak dosa yang sedang terjadi secara massal. Mari kita menundukan kepala membuang ego sentris, membuang kesombongan, dan menekan rasa keangkuhan diri. Tetap tenang menghadapi kehidupan, berperilaku hidup sehat, menjaga lingkungan yang sehat, makan makanan yang sehat, dan tetap berserah diri pada Tuhan yang maha Esa. Aaamiiin. (****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More