intens.news
Mitra Informasi

Berkas Perkara Kasus Dugaan Penipuan Asian Games 2018 Sudah Dilimpahkan ke PN Palembang

0 12

Intens.news, PALEMBANG – Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Palembang Agung Ary Kusuma menyatakan bahwa berkas perkara kasus dugaan penipuan proyek Asian Games tahun 2018 yang dilakukan oleh  FA alias Ayong telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Palembang, Senin (14/9/2020).

“Berkas perkaranya sudah kita limpahkan ke Pengadilan Negeri hari Jumat lalu, dan hari ini Insya Allah jika tidak ada halangan akan disidangkan,” ungkap Agusng.

Menurutnya, Ketua Majelis Hakim yang akan memimpin sidang nantinya ialah Kepala Pengadilan Negeri Palembang yakni Bong-Bongan  Silaban. Sementara untuk Jaksa Penuntut Umumnya (JPU) Ursula Dewi  dan Desi Arsela.

Dijelaskannya, FA alias Ayong didakwa dengan melanggar Pasal 379 a KUHAP atau pasal 378 KUHAP  tentang Penggelapan dengan hukuman minimal 4 tahun penjara.

Sementara dari pantauan wartawan Intens.news hingga saat ini di Pengadilan Negeri Palembang persidangan tersebut belum juga dimulai, akan tetapi kuasa hukum terdakwa  Ayong sudah hadir sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi.  “Kita masih nunggu sidangnya dimulai ini,” ucap Abu Nawar Paseban.

Diberitakan sebelumnya, FA alias Ayong, tersangka dugaan kasus Penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proyek Asian Games 2018, sudah dilimpahkan penanganan perkaranya oleh Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang pada, Selasa (25/8/2020) lalu dan saat ini yang bersangkutan menjalani masa tahanan di Rutan Polda Sumsel.

Diketahui kasus ini berawal saat FA alias Ayong meminta kepada Dirut PT MRU untuk mengirimkan lima kapal pengangkut barang berisikan batu split atau batu belah pada akhir Januari 2017. Hal itu dimaksudkan untuk pembuatan embung di Jakabaring, Palembang, dalam rangka proyek Asian Games 18 Agustus 2018.

Dari awal korban tidak mau menerima tawaran dari FA alias Ayong, namun karena bujukan dan janji bahwa proyek tersebut sangat aman karena uangnya berasal dari APBD atau APBN dan menjamin kelancaran pembayaran, akhirnya korban percaya dan mau membuatkan purchase order. Masalah baru muncul setelahnya batu untuk pembuatan embung dalam rangka proyek Asian Games 2018 itu telah diterima dan dilakukan penagihan. Staf terkait dari FA alias Ayong menjadi sulit dihubungi dan mengaku belum menerima perintah pembayaran.

Berdasarkan hal tersebut, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 19 saksi dan 1 saksi terlapor yakni FA alias Ayong dan penyidik menetapkan FA alias Ayong sebagai tersangka tunggal. Atas perbuatannya FA alias Ayong dikenakan Pasal 379 a KUHP dan Juncto Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Miliar.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More