intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Biadab, Takut Ketahuan Bayi Berumur Satu Hari Dimasukan ke Dalam Mesin Cuci

0 1.375

Intens.news, PALEMBANG – Sungguh kejam, apa yang dilakukan oleh Asisten Rumah Tangga (ART), Sutina (36) warga Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU), sehingga nekat anaknya yang baru berumur satu hari ke dalam mesin cuci milik majikannya yang beralamat di Jalan Telaga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Senin (4/11/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

Aksi nekat tersebut terbongkar lantaran saksi Sulastri (47) warga Jalan Karang Sari, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus bersama Dedek Wulandari (28) warga Jalan Puncak sekuning, Lorong Swadaya, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I mendengar suara tangisan dari dalam mesin cuci yang berada di dalam kamar mandi lantai 2 rumah majikannya.

Saat itulah, para saksi menemukan bayi yang dibungkus kantong plastik dan di balut dengan handuk. Melihat kondisi bayi berjenis pria itu memprihatinkan, lalu para saksi membawanya ke Rumah Sakit (RS) Siloam. Namun, Sekitar pukul 20.30 WIB pihak rumah sakit menerangkan bahwa bayi tersebut telah meninggal dunia.

Sutina saat tengah digelandang di Mapolresta Palembang mengaku, bayi itu merupakan hasil hubunganyan dengan Andi. Dia mengaku tidak ada niat untuk membunuh anaknya, hanya saja ingin menyembunyikannya di dalam mesin cuci karena tidak ingin ketahuan oleh majikannya Anisa dan para saksi yang berprofesi sama dengan dirinya.

“Saya tidak niat untuk membunuhnya tapi hanya menyembunyikannya saja, kemudian mau dikasihkan ke panti asuhan. Hal ini lantaran saya melahirkan bayi ini di kamar mandi tempat manjilan saya,” ujarnya kepada wartawan di Polrestabes Palembang, Selasa (5/11/2019).

Diakui, hubungannya dengan Andi baru berjalan selama enam bulan. Setelah memasuki masa pacaran ke dua bulan, pelaku dan pacarnya melakukan hubungan intim sebanyak dua kali di hotel.

“Saya melakukan hubungan intim dengan dia di hotel, kemudian pas saya tahu kalau saya hamil anak yang ketiga dan memberitahukan kepada dia berita ini malah dia menghilang,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah didampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winarah, membenarkan jika anggota unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang mengamankan pelaku seorang ART di rumah Ferdyta Azhar pada Selasa, (5/11/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kemudian pelaku kita digiring ke Polrestabes Palembang untuk diperiksa dan akan kita kembangkan apakah ada pelaku yang lainnya,” singkatnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More