intens.news
Mitra Informasi

BINDA Sumsel Tergetkan Penerima Vaksin Usia 12-19 Tahun

0 47

Intensnews,PALEMBANG-Badan Intelejen Nasional Daerah Sumatera Selatan, mentargetkan 70 persen penerima vaksin covid-19 adalah para pelajar usia 12-19 tahun. Hal ini dilakukan, mengingat pentingnya menjaga generasi agar memiliki imun tubuh yang kuat, hingga dapat menjalankan kehidupan normal meski ditengah pandemi.

Hal itu dikatakan Kabag Ops BINDA Sumsel, Jusak Tarigan kepada wartawan, di sela acara vaksin massal di Kantor DPD Apersi Sumsel Jl Taman Murni, Sako, Rabu (15/9/2021). Menurut Jusak, pemberian vaksin covid-19 saat ini terus dilaksanakan secara nasional, untuk menekan penyebaran kasus pandemi covid-19.

“Tidak terkecuali BIN. Karena filosofi BIN itu seperti angin, tidak terlihat tetapi terasa. Jadi saat ini rakyat dilanda keresahan, maka BIN yang berada digaris keselamatan negara harus bekerja sama untuk menghilangkan ketakutan ini. BIN harus turun mengimbangi kondis bangsa,” kata Jusak.

Dia menjelaskan, meski seluruh elemen Lembaga negara seperti TNI/Polri yang bekerja mensosialisasikan dan melaksanakan vaksinasi covid-19, namun BIN lebih spesifik. Yakni memberikan vaksin untuk kalangan siswa sekolah dan pelajar.

“Ini yang kami lakukan, karena kalangan pelajar masih banyak yang belum tersentuh vaksin. Padahal, mereka adalah generasi penerus bangsa,” jelas dia.

Seperti pelaksanaan vaksin massal yang berlangsung di Sako kenten, atas Kerjasama BIN dan APERSi, sebanyak 1000 orang penerima vaksin tersebut, 70 persen adalah para pelajar. 30 persen lainnya adalah warga umum dan orang tua.

BIN Sumsel sendiri, mendapat jatah 66.000 vaksin perbulan, dengan target pelaksanaan pemberian vaksin sampai bulan Desember 2021. Pemberian vaksin akan dilakukan di beberapa kabupaten/kota di Sumsel, yang kondisi wilayahnya terdampak luas pandemi covid-19.

“66 Ribu perbulan BINDA Sumsel mendapat jatah vaksin dari Kemenkes pusat. Dan program ini akan terus berlangsung hingga akhir Desember 2021,” kata Jusak Tarigan.

Dia menambahkan, meski masih banyak warga yang bersikap apatis terhadap dampak dari pemberian vaksin tersebut, namun masyarakat mesti memahami. Karena vaksin sebetulnya bukan obat untuk menyembuhkan, tetapi obat untuk menambah imunitas tubuh agar lebih kebal dari virus Covid-19.

“Kita mengharapkan para pelajar ini kedepan memiliki herd imunitiy yang lebih baik. Hingga dimasa mendatang, mereka lebih sehat kuat dari serangan virus covid-19,” tegas dia.

Sementara, Ketua DPD Apersi Sumsel, Ir H Syamsu Rusman, DPD APERSI Sumsel sangat mengapresiasi pelaksanaan vaksin covid-19. Agar dampak dari penyebaran penyakit covid-19 dapat segera terkendali.

“Jadi pemberian vaksin untuk pelajar memang lebih banyak, karena mereka adalah generasi mendatang yang akan melanjutkan pembangunan,” pungkas Syamsu.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More