intens.news
Mitra Informasi

Bisnis Opak Ubi Goreng, Upaya Bertahan Hidup Ditengah Pandemi

0 30

Intens.news,BANYUASIN-Efek yang di timbulkan oleh pandemi Covid-19 di rasakan langsung oleh masyarakat di Kabupaten Banyuasin. Meski harus menghindarkan diri dari penyebaran virus, namun kebutuhan dasar hidup tetap mendesak untuk di penuhi. Mirisnya, masyarakat menengah kebawah yang sebelumnya sudah kekurangan kini semakin tertimpa kesengsaraan dan perekonomian yang lebur dengan kerasnya kehidupan.

Beberapa minggu terakhir, jalanan Banyuasin banyak menjumpai para pedagang Opak yang berjalan kaki di Sepanjang jalan Betung menjajakan dagangannya. Opak yang dipanggul di bahu cukup mengundang selera warga, meski kondisi keuangan juga sedang memperihatinkan.

Rudiansyah, 50, warga asal Palembang bersama dua orang kerabatnya yang masih remaja di jumpai Intens.news. Opak Ubi goreng yang sudah dibungkus dalam kantong untuk ditawarkan kerumah – rumah warga dan kantor – Kantor pemerintah maupun swasta yang ditemuinya. Tak peduli kondisi cuaca sedang panas, Rudiansyah beriring-iringin menawarkan dagangannya.

“Sebenarnya saya ini buruh bangunan, tapi sejak wabah ini semua menjadi sepi. Dan saya terpaksa beralih jualan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya kepada intens.news.

Di musim Covid-19 ini, Rudiansyah mengaku sangat sulit mendapat uang untuk makan, bahkan berdagang Opak di Pasar KM 5 Palembang pun sepi pembeli. Tapi pria berusia 50 tahunan ini mengaku tak mau menyerah dengan keadaan, baginya berusaha lebih baik ketimbang duduk diam, meratapi nasib tanpa melakukan apapun.

“Saya mengambil opak ini dari agen di Palembang. 1 kantong opak harganya Rp 15 ribu dan kami jual kembali dengan harga Rp 25 ribu. Kami membawa Opak ini sebanyak 27 Kantong, Alhamdulillah sudah laku 14 Kantong,” kata dia sambil menyeka keringat di lehernya.

Rudiansyah mengatakan, dirinya tetap bersyukur dengan uang yang didapatkannya hari ini, dirinya berprisip kerja apa saja yang penting halal dan tidak melakukan tindak Kriminal seperti mencuri, begal ataupun pembunuhan seperti yang saat ini sedang marak terjadi.

“Kerja apa saja yang penting Halal dan tidak merugikan orang lain. Justru Saya merasa malu kalau saya mencuri dan merampas hal milik orang lain. Berharapnya keadaan ini segera berkahir,”tegasnya sembari pamit ingin melanjutkan perjalanan.

Dengan langkah sabar, setapak demi setapak, Rudiansyah kembali menyusuri lagi Jalan Lintas Sumatera menuju ke arah Palembang. Sesekali terlihat ada senyum dan canda mereka ditengah – tengah kesulitan yang tengah mereka hadapi.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More