intens.news
Mitra Informasi

Bom Berlian, Dari Pelabuhan Besar Hingga Legenda Bidadari Desa Ujung

0 60

Intensnews,BANYUASIN-Sebagian besar kawasan Kabupaten Banyuasin terdiri dari wilayah perairan. Alam yang masih sangat asri, menjadikan Sembilang dan beberapa lokasi lainnya sebagai tempat migrasi dan persinggahan ribuan jenis burung setiap tahunnya.

Di salah satu sudut kota Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III, terdapat dusun Bom Berlian. Letaknya sekitar 5 Km dari jalan Lintas Timur. Memasuki dusun tersebut, pengunjung akan di manjakan dengan kemilau perairan sungai rawa, hijau dan subur tumbuh memenuhi tempat tersebut. Jembatan memanjang yang menjadi akses jalan, menjadi tantangan bagi pengunjung. Karena harus berhati-hati melintasi jembatan yang terlihat sempit.

Jika sedang musim migrasi, ribuan burung-burung Siberia akan menghiasi seluruh kawasan tersebut. Burung kuntul yang berwarna putih, dan jenis-jenis burung lainnya sering terlihat berterbangan menyambut matahari yang terus menghangatkan alam sekitar. Ikan-ikan yang memenuhi kawasan tersebut, semakin menarik hati para pecinta lingkungan, untuk mengeksplorasi keasrian tempat tersebut.  Para Fotografer profesional seakan tidak kehabisan sudut mengabadikan keindahan alam yang saat ini sudah mulai langka.

Tidak heran jika banyak warga setempat yang mengunjunginya, sebagai sarana wisata tempat melepas lelah. Sudah berdiri beberapa kolam pemancingan yang di kelola warga setepat. Meski fasilitasnya masih minim, namun dusun Bom Berlian tidak sekedar rawa gambut tetapi tersembunyi sejarah dan cerita rakyat yang melegenda.

Foto(Irwan September): Akses jembatan menuju desa Bom Berlian

Pernah Menjadi Pelabuhan Besar

Melihat luasnya kawasan dusun Bom Berlian yang sebagian besar di atas sungai rawa, kemungkinan dahulunya tempat tersebut adalah sebuah pelabuhan. Menurut cerita warga setempat, sebelum terjadi pendangkalan, dahulunya kawasan tersebut  adalah perairan luas dan dalam. Banyak kapal-kapal besar berlabuh dari perairan Sungsang, Palembang hingga Selat Bangka.

Menurut Ida Royani, salah seorang warga setempat mengungkapkan, dia sering mendengar cerita dari kakek buyutnya mengenai keberadaan dusun Bom Berlian yang sering di datangi kapal-kapal besar.

“Kawasan ini dulu sangat maju, orang-orang yang memakai jalur perairan banyak berpergian lewat pelabuhan ini dan juga banyak masyarakat yang mengangkut barang – barang hasil pertanian mereka,” kata Ida Royani.

Meski belum dilakukan kajian dan penelitian arkeologi, tetapi jika di lihat dari kawasan yang luas dan di penuhi air, bisa saja di masa lalu dusun Bom Berlian adalah sebuah dermaga tempat perlintasan kapal-kapal.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Banyuasin, Merki Bakri mengatakan, kawasan dusun Bom Berlian memang menjadi salah satu dari 4 hal utama yang menjadi prioritas pembangunan Pemkab Banyuasin. Menurut dia, pemerintah pernah membangun dermaga kecil dan Wisata Air dengan perahu bebek.

“Namun karena terkendala biaya kini kawasan ini terbengkalai. Tetapi Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah mengusulkan hal tersebut kepada Gubernur untuk menghidupkan kembali kawasan Bom Berlian,” kata Merki.

Menurut Merki, Bom Berlian juga terhubung dengan Jalan Tol Palembang – Betung dan salah satu pintu keluar tol. Dan dia optimis, jika kawasan ini sudah terbuka maka Bom Berlian semakin terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Banyuasin.

“Kalau nanti di bangun, pariwisata di Bom Berlian akan kembali hidup, tentunya kawasan ini semakin maju, banyak dikunjungi dan potensi ekonomi disana juga akan tumbuh. Kota Pangkalan Balai juga nantinya berpotensi menjadi kawasan yang sangat strategis karena dengan adanya Tol akan terhubung dengan Palembang dan Provinsi terdekat seperti Bengkulu dan Jambi,” tegas dia.

Foto(Irwan September): jembatan menuju desa Bom Berlian

Legenda Bidadari Desa Ujung

Dikisahkan pada zaman dahulu, terdapat dermaga yang sangat ramai di kunjungi oleh para pedagang yang terletak di Desa Ujung. Di desa tersebut terdapat seorang saudagar kaya Thalip, yang memiliki seorang putri berparas cantik bernama Munai. Karena kecantikannya bak bidadari, namanya terkenal di seluruh penjuru hingga banyak yang berlomba-lomba untuk memilikinya.

Suatu hari, datanglah seorang pemuda bernama Muning Saka yang berasal dari desa Seberang. Pemuda tampan ini pergi dari rumahnya, lantaran menolak dijodohkan oleh orang tuanya dan bermaksud merantau mencari gadis pilihannya.

Setelah beberapa hari tinggal di Desa Ujung, kabar kecantikan Munai sampailah ke telinga Muning Saka. Kala dia sedang bersantai duduk di atas kapalnya,  dia melihat seorang gadis sangat cantik berada di pinggir dermaga. Dan gadis itu adalah Munai, sang bidadari desa Ujung.

Kala mendengar nama Munai, Muning Saka terkejut karena nama Munai adalah nama seorang gadis yang akan di jodohkan oleh orang tuannya. Dengan tekat yang bulat, Muning Saka mendatangi rumah Thalip dan bermaksud melamar putrinya. Lamaran itu di terima, dan Munai juga menyukai sang pemuda.

Muning Saka pulang ke desanya, dan memberitahukan mengenai rencana pernikahan tersebut. Sedangkan Thalip bersama isterinya, pergi ke desa lain untuk mengundang dan mengabarkan rencana pernikahan yang akan segera di gelar.

Saat sedang mempersiapkan rencana pernikahan, di malam yang sepi datanglah segerombolan perampok. Para perampok itu mengetahui kabar mengenai kecantikan Munai. Setelah menguras harta benda, mereka juga berbuat keji kepada Munai dan membunuh sang Bidadari desa Ujung dengan kejam dan memutilasi Munai.

Muning saka yang menerima kabar kematian Munai, melakukan balas dendam. Muning Saka mendatangi para perampok, dan menyamar sebagai juragan yang membutuhkan bantuan para perampok. Dia membawa hidangan daging gajah yang sudah diberi racun. Tanpa fikir panjang, para perampok memakan hidangan daging gajah beracun, hingga mereka semua tewas. Karena sangat dendam, Muning saka juga memperlakukan hal yang sama pada mereka, seperti halnya mereka mencincang Munai.

Kabar kematian Munai yang tragis dan memilukan membuat gempar Desa Ujung. Masyarakat merasakan kehilangan kemudian mengganti nama desa Ujung Menjadi Bom Berlian. Bom artinya gempar atas kematian munai, sedangkan Berlian artinya kecantikan seorang gadis dan sifat yang berbudi luhur.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More