intens.news
Mitra Informasi

BPJS Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan JKN Mobile

0 12

Intens.news, PALEMBANG – Pengguna JKN Mobile Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat, layanan konsultasi dokter sudah digunakan 6.545 peserta dan digunakan 7.324 dokter peserta. Yang sudah mengakses kontak dokter ini mencapai 50.095 orang.

Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, mengatakan pandemi Covid-19 memaksa masyarakat melek teknologi dan memanfaatkan layanan online yang telah disiapkan BPJS. Sehingga peserta lebih mudah dalam melakukan pendaftaran, perubahan data, dan kebutuhan lainnya.

“Tidak harus datang ke kantor BPJS, cukup diakses menggunakan kanal JKN Mobile. Sehingga semua layanan bisa dilakukan dalam genggaman,” jelasnya, Jum’at (23/10/2020).

Layanan ini juga mudah diakses dan memberikan kepastian bagi peserta yang dilayani. Selain itu, layanan online bisa memberikan transparasi kapan peserta BPJS bisa dilayani di akses tingkat pertama atau juga bisa dirujuk ke rumah sakit.

“Pendaftaran online ini memudahkan peserta mendapat kepastian kapan dilayani, sehingga tidak lama antre dan berkumpul di faskes dan RS untuk menghindari resiko terpapar Covid-19,” tandasnya.

Andayani mengatakan, kanal pendaftaran online JKN mobile ini bukan cuma bermanfaat oleh peserta saja tapi juga oleh dokter sebab ada fasilitas konsultasi dokter.

Fasilitas ini disediakan untuk memudahkan peserta berkonsultasi sehingga tidak harus bertemu langsung dengan dokter di RS dan bisa dilakukan konsultasi secara online melalui layanan yang sudah disiapkan.

Andayani mengatakan memang ada tiga kategori peserta BPJS yang bisa datang ke kantor BPJS karena dianggap tidak mampu atau belum memiliki gadget sehingga tidak bisa mengakses kanal online BPJS Kesehatan.

“Setelah Covid-19 usai layanan online ini akan tetap dipertahankan dan masyarakat tetap diminta tidak datang langsung ke kantor BPJS atau faskes dan RS, tapi mendaftarkan online terlebih dahulu agar mudah dan terbiasa dengan sistem online ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, mengapresiasi BPJS kesehatan yang telah menyediakan layanan online mulai dari pendaftaran, konsultais hingga pengaduan secara online.

Tulus mencatat berdasarkan data yang dikumpulkan YKLI mencatat bahwa indeks kepuasan peserta 85 peserta sudah baik namun indeks kepuasan peserta terhadap faskes masih perlu ditingkatkan lagi karena hanya 65 persen.

“Layanan online ini harus konsisten jangan sampai layanan pengaduan dibuat tapi tidak ditanggapi karena faktanya 30 persen konsumen enggan melapor karena aduan yang mereka sampaikan tidak ditanggapi sehingga mereka tidak mau lagi melapor,” tuturnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More