intens.news
Mitra Informasi

BPN Minta Polisi Berantas Mafia Tanah

0 63

Intens.news, PALEMBANG – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumsel meminta kepada aparat kepolisian agar memberantas mafia tanah. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah BPN Sumsel, Pelopor saat audiensi bersama Polda Sumsel.

Pelopor mengatakan, pihaknya memang memiliki kewenangan dan fungsi dalam penetapan status tanah, namun pihak kepolisian memiliki panca indera di lapangan sehingga lebih mengetahui status kepemilikan tanah.

“Selama ini kami dengan kepolisian sudah bermitra dan bekerja sama dalam penuntasan kasus mafia tanah yang ada di wilayah sumsel. Kasus mafia tanah di Sumsel sendiri menjadi hal yang paling penting dan utama,” ujar Pelopor, Kamis (8/10/2020).

Menurutnya, perkembangan yang cukup pesat terhadap permasalahan tersebut harus segera diselesaikan oleh pihak kepolisian untuk memberantas mafia tanah ini. Disamping itu, pihaknya juga berharap Kamtibmas di Sumsel tidak perlu terganggu karena persoalan pertanahan.

“Ini bukan hal yang mudah, oleh karena itu hubungan kami dengan jajaran Polda Sumsel dan Polres selama ini terjalin komunikasi yang cukup baik menyangkut persoalan-persoalan pertanahan yang kiranya agak sulit untuk ditangani,” jelasnya.

Di tingkat lapangan, kata Pelopor, sesuai dengan Inpres tentang percepatan pendaftaran tanah, pihaknya juga meminta bantuan dari kepolisian khususnya para Babinkamtibmas untuk pengumpulan data dalam pengsertifikatan tanah karena Babinkamtibmas merupakan garda terdepan yang mengetahui permainan oknum yang ada ditingkat desa dan sudah terbukti sangat efektif.

“Babinkamtibmas inilah nantinya yang bisa memberikan informasi dan memastikan tanah mana yang bisa diberikan sertifikat mana yang tidak. Dan nantinya tanah yang bermasalah tersebut bisa kita segera datakan dan daftarkan,” terangnya.

Dijelaskan juga, untuk pengsertifikatan aset Barang Milik Negara yang telah menjadi program nasional, pihaknya siap untuk mempercepat program seluruh aset pemerintah sudah terdaftar di tahun 2023.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat memberikan informasi awal terkait permasalahan-permasalahan tanah dan juga oknum-oknum yang bermain didalamnya, sehingga kami dapat berkoordinasi untuk melakukan tindakan-tindakan terhadap permasalahan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, permasalahan tanah bukanlah permasalahan yang mudah karena butuh proses untuk mengetahui kebenarannya terutama menyangkut tanah-tanah yang menjadi aset negara.

“Banyak juga tanah-tanah tersebut mulai hilang karena memang kita ini lemah dalam mengamankan aset negara dan saat ini kami juga sedang melakukan proses penggugatan terhadap permasalahan tanah tersebut,” jelasnya.

Untuk persoalan Babinkamtibmas, kata Eko, pihaknya siap membantu apabila dari badan pertanahan memiliki kesulitan ataupun membutuhkan informasi terkait masalah mafia tanah atau ada tanah yang bermasalah di desa-desa di wilayah Sumsel.

“Kita dapat bekerja sama untuk memberantas para oknum mafia-mafia tanah tersebut dan segala persoalan tentang tanah-tanah yang bermasalah dapat segera diselesaikan,” ungkapnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More