intens.news
Mitra Informasi

Bully, Ada Apa Dengan Bully?

0 58

Bully adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Bully berasal dari bahasa inggris, yang maknanya sama. Dan sepadanan kata Bully atau bullying dalam bahasa Indonesia disebut perundungan.

Beberapa waktu terakhir, kasus bully semakin banyak. Tidak hanya di luar negeri tetapi di dalam negeri juga sangat sering terjadi. Tidak hanya dialami oleh anak-anak tetapi banyak juga di alami oleh orang dewasa. Namun, aksi yang banyak mengundang korban sebagian besar di alami oleh anak-anak. Karena mental mereka masih lemah, dan terdapat kecenderungan tindak kekerasan yang lebih besar.

Kenapa ada bully? Sebenarnya, hampir setiap orang dapat melakukan tindakan bully atau bahkan menjadi korban bully. Karena hal itu identik dengan sikap intimidasi, menyakiti fisik atau non fisik, dan lain sebagainya. Namun, bagi orang-orang dewasa ketika menjadi korban bully, kemungkinan akan dapat mengelak, atau bahkan membalas sikap tersebut dalam waktu bersamaan.

Namun berbeda bagi para anak-anak, mental mereka cenderung lebih lemah ketika menghadapi sikap tersebut. Anak-anak sering kali menangis dan mentalnya jatuh seketika saat mendapat perlakuan kekerasan dari orang lain, atau bahkan dari orang tua atau keluarga terdekatnya. Ada yang berpendapat, jika bullying juga berlaku dalam keluarga. Seperti orang tua mengolok-olok  anaknya hingga menangis, atau mempermainkannya hingga merasa sangat malu dan bersalah. Meski tindakan tersebut hanya sikap dan tidak menyakiti secara fisik.

Namun, hal ini akan berbeda jika tindakan bully tersebut mengarah pada tindakan fisik dengan cara menyakiti, atau setidaknya menyentuh tubuh orang yang dibully. Ada kalanya menyentuh bagian tertentu dari tubuh yang “cacat” merupakan tindakan bully yang tidak etis. Atau bercandaan terhadap fisik seseorang sudah merupakan tindakan body shaming yang seharusnya tidak pantas dilakukan.

Lantas, mengapa bully selalu terjadi? Sebagai mahluk sosial manusia wajib berinteraksi antara satu dengan lainnya. Interaksi tersebut akan menimbulkan berbagai efek sosial, baik posifit ataupun negatif. Interaksi itu dapat menimbulkan perasaan suka, benci, cinta, sayang, dendam, bahkan permusuhan. Orang-orang yang ceria, dapat berubah menjadi pendiam seketika saat tersinggung dengan orang di sekitarnya. Bahkan sebaliknya, orang yang pendiam bisa sangat ceria ketika berjumpa dengan  rekan-rekan yang dia senangi.

Asumsinya, tindakan bully tidak selalu di sebut bully jika tindakan tersebut tidak kontinyu di lakukan sekelompok atau seseorang pada pribadi orang tersebut. Namun, hal itu bisa dikatakan bully jika tindakan tersebut di lakukan secara terus-menerus, bahkan hingga menyakiti tubuh dan fisiknya. Pertemanan dalam sekejap dapat menjadi permusuhan, yang dapat menimbulkan pertikaian bahkan perkelahian.

Jadi bagaimana yang seharusnya di sebut bully? Yang seharusnya di sebut bully adalah tindakan seseorang pada seorang lainnya yang di lakukan secara terus-menerus. Yang menyebabkan korban bully merasa terintimidasi, ketakutan, terluka, bahkan menjadi sakit mental bahkan kematian dari akibat yang ditimbulkannya.

Contohnya, aksi geng sekolah yang setiap kali meminta uang kepada siswa-siswi yang dianggap lemah. Atau dengan sengaja memukulinya hingga babak belur, atau menyuruh siswa yang lemah tersebut untuk melakukan tindakan yang dapat menyakiti fisiknya. Hal ini sangat sering terjadi di sekolah-sekolah, yang notabene para siswanya hidup di kalangan menengah keatas. Sekolah-sekolah elite biasanya menetapkan sistem dan aturan yang ketat bagi para murid-muridnya. Namun, aturan tersebut menjadi lemah karena tingginya strata sosial orang tua murid.

Berkaca pada drama korea di televisi seperti drama F4, sebagian kita mungkin mengira hal itu hanya hayalan dan tidak mungkin terjadi di negeri kita. Namun, gara-gara terinsipirasi film yang tidak mendidik tersebut, muncul geng sekolah yang memang di motori anak orang kaya. Mentalitas para anak-anak dan remaja saat ini cenderung di warnai oleh perilaku yang dia dapat dari informasi yang dia terima, atau gambaran film yang ditontonnya.

Bagaimana Sosusinya? Sekolah harus mampu menegakkan aturan ketat hingga tidak terjadi hal-hal yang memungkinkan para siswanya melakukan aksi bully atau jadi korban bully.  Waktu pelajaran sangat penting di terapkan dengan maksimal. Jedah-jedah waktu kosong karena guru absen dan tidak hadir dalam satu mata pelajaran, dapat menimbulkan dampak negatif yang mengarah pada aksi bully. Sekolah juga tidak boleh berdiam diri jika mencium tindakan tersebut, lewat langkah-langkah preventif. Sekolah harus berani mengambil sikap tegas bagi para pelaku bully, dan segera menyelamatkan korban bully hingga tidakterjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Para orang tua harus mengambil sikap jika mengetahui anaknya menjadi korban. Melaporkannya ke sekolah, atau melaporkan hal tersebut ke polisi jika sudah terjadi tindakan kriminalitas yang menyebabkan korban terluka. Setiap orang wajib hidup dengan aman, nyaman, dan merdeka. Tindakan intimidasi, kekerasan, disakiti hingga terluka, adalah perbuatan kriminal yang tidak boleh di biarkan berlaku. Wallahu’alam. (****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More