intens.news
Mitra Informasi

Bulog Diminta Cross Check Ulang Distribusi Beras ASN

0 6

Intens.news, PALEMBANG – Untuk memenuhi kebutuhan pasar, tahun 2021 ini Perum Bulog wilayah Sumatera Selatan, Bangka dan Belitung akan lebih banyak melayani kegiatan komersil.

“Sejak tahun baru kemarin, kita sudah menyiapkan stok di gudang Perintis Kemerdekaan. Selama pandemi COVID-19 ada juga Bansos yang kami salurkan ke masyarakat,” ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel Ali Ahmad Najih Amsari Aan, Rabu (13/1/2021).

Ali menambahkan, untuk meminimalisir penyakit stanting di Bumi Sriwijaya, pihaknya tengah mempromosikan produk baru Bulog beras profivit atau beras dengan kandungan komponen gizi dan mineral. “Untuk produk beras baru di Sumsel kita siapkan stok 2000 ton,” jelasnya.

Ali mengakui, untuk program pengadaan beras murni kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Sumsel di tahun 2020 kemarin mengalami peningkatan drastis sebesar 300 persen. Sehingga beras yang diserap bulog dari petani Sumsel mencapai 3.500 ton.

“Tahun 2019 penyerapan beras untuk program insentif beras Gubernur Sumsel, Herman Deru baru 1.100 ton. Tahun 2020 alokasinya menjadi 3500 ton. Jadi naik 300 persen, karena ada OPD yang mengajukan penambahan,” jelasnya.

Selain melaporkan perkembangan itu, Ali juga membeberkan stok beras untuk di Sumsel aman sampai 6 bulan kedepan. Termasuk untuk harga secara umum relatif stabil. Meskipun harga beras cenderung turun.

Gubernur Sumsel, Herman Deru meminta Bulog melakukan cross check atau pemeriksaan ulang proses pendistribusian beras ke pegawai. Karena dirinya tak ingin beras yang diterima pegawai nantinya tidak sama kualitasnya di tiap-tiap daerah.

“Kemarin sempat ada laporan dari beberapa daerah kalau jenis berasnya agak beda. Tolong ini dicek lagi, pastikan betul kualitas insentif beras itu,” ungkapnya.

Dikatakannya, program pemberian insentif beras bagi ASN Pemprov Sumsel itu merupakan inisiasinya secara murni agar beras hasil produksi para petani di seluruh Sumsel dapat terserap maksimal oleh pegawai melalui Bulog.

“Tujuan utama program ini adalah sebagai bukti bahwa Pemprov berbuat nyata terhadap penyerapan beras yang sudah diproduksi petani Sumsel. Makanya Saya minta hindari pasokan beras dari daerah lain. Karena dengan cara ini bisa menjadi stimulus bagi petani dan mereka merasa dihargai bisa dihargai,” tegas Deru.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More