intens.news
Mitra Informasi

Clear, Kasus Pemukulan Mahasiswa Universitas PGRI Berakhir Damai

0 42

Intens.news, PALEMBANG – Terkait pemukulan yang dilakukan pihak keamanan Kampus Universitas PGRI Palembang terhadap mahasiswa saat menggelar aksi untuk meminta diturunkan UKT berbuntut sampai ke pihak kepolisian.

Untuk mendamaikan masalah ini, pihak YPLP PT PGRI Provinsi melakukan rapat dengan Polresta yang dipimpin langsung Kapoltabes Palembang bersama Direktur Intel Polda Sumsel.

Dari hasil rapat ini Sekretaris YPLP PT PGRI Palembang Surmana mengatakan, kalau pihak kepolisian meminta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. “Ini ibarat bapak dan anak, yaitu mahasiswa dan dosen,” ujar Surmana.

“Yang sudah melapor ke polisi silakan saling cabut laporannya, masalah permintaan mahasiswa silakan dimediasi Interen saja antara mahasiswa dengan rektorat,” tambah Surmana.

Surmana bilang, mahasiswa tak perlu melakukan demo dalam situasi seperti ini. “Merusak citra kita orang Palembang. Permasalahan kasus ini sudah clear, tinggal penyelesaian permasalahan anak dan bapak yakni mahasiswa dan dosen itu bisa diselesaikan secara baik-baik,” tegas Surmana.

Sejauh ini, kata Surmana, kasus pemukulan mahasiswa yang dilakukan oleh pihak keamanan kampus sudah dianggap selesai. “Mahasiswa sudah mencabut tuntutannya begitu juga dengan satpam juga sudah mencabut, semua malasah sudah dianggap selesai,” katanya.

“Kalau permasalahan ini sudah dianggap selesai maka tinggal pertanggung jawaban pengobatan untuk yang mengalami cidera saat pemukulan tersebut,” tuturnya.

Surmana mengatakan adanya kejadian ini dia berharap pihak kampus dan mahasiswa harus ada komunikasi secara interen. Semua pihak harus menyadari situasi di masa pandemi ini semua harus memahami.
“Kalau diperguruan tinggi swasta ini semua biaya tergantung dari sumbangan masyarakat, jadi mohon maaf tuntutan itu harus bersifat wajar saja jangan yang melampaui batas,”katanya.

“Kalau diperguruan tinggi negeri dak jadi masalah, sebab biaya keperluan dosen di tanggung pemerintah,”jelasnya.

Oleh karena itu tambah Surmana, segala permasalahan harus ada kesepakatan antara pihak rektorat dan mahasiswa sehingga semua dapat berjalan dengan tertib.”Perlu adanya komunikasi yang harmonis antara pihak rektorat dan mahasiswa sehingga kalau ada eksen eksen yang negatif bisa diselesaikan secara damai,”ucapnya.

“Kejadian demo ini kan merupakan perbuatan yang negatif ditengah pandemi mahasiswa yang melakukan demo ini tidak lagi mematuhi protokol kesehatan, kalau ada kepolisian juga mungkin mahasiswa tersebut dibubarkan,” jelas Surmana.

Surmana mengatakan, kejadian menjadi masukan untuk perguruan tinggi, rektorat harus tau apa apa yang jadi tuntutan mahasiswa. “Yang jelas harus ada komunikasi,” tegasnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More