intens.news
Mitra Informasi

Curi Motor Teman Sendiri, Riko Diganjar 3 Tahun Penjara

0 3

Intens.news, PALEMBANG- Terdakwa kasus pencurian dengan modus ingin menginap di rumah temannya  Kecamatan Alang-Alang Lebar divonis hukumam 3 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Toch Simanjuntak di Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Palembang, Selasa (15/9/2020). 

Identitas terdakwa ialah Riko Nopriadi warga Kabupaten Musi Banyuasin ini mengambil sebuah motor yang bukan miliknya saat menginap di kosan temannya.

Sehingga akibat perbuatannya ia divonis majelis hakim sesuai dengan hukuman tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam dengan hukuman sesuai  pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian.

“Dengan ini mengadili bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan telah mengambil sebuah barang berupa motor  yang bukan milik terdakwa dengan tanpa izin dari pemilik. Sehingga untuk hal-hal yang meringankan tidak ada,” ujar hakim Ketua Toch pada saat sidang teleconference berlangsung.

Usai mendengar putusan tersebut terdakwa bersama kuasa hukumnya Devi menyatakan pikir-pikir atas putusan yang dijatuhi oleh Majelis hakim kepada terdakwa Riko.

“Baik pak Saya pikir-pikir dulu atas  hukuman yang bapak berikan kepada Saya,” katanya dihadapan majelis hakim saat diberi kesempatan untuk berbicara.

Dalam dakwaan, terdakwa ditangkap pada bulan April lalu di Kecamatan Alang-Alang Lebar. Yang mana saat itu terdakwa sedang mencari mangsa baru untuk mencuri motor kembali.

Namun kali ini Riko berhasil ditangkap oleh pihak polsek setempat sebelum melakukan aksinya. Penangkapam itu bermula dari pihak polsek setempat mendapat laporan dari korban yang tak lain hanyalah kawannya sendiri.

Mendengar laporan dari korban  polisi setempat  langsung memdalami kasus tersebut, sehingga sat dilacak oleh pihak Jatanras Polda Sumsel  terdakwa sedang berada di Jalan Alang-Alang Lebar Kota Palembang.

Mengetahui hal tersebut, polisi bergegas menuju lokasi dan melakukan penangkapan. Setelah terdakwa ditangkap, terdakwapun diamankan ke Mapolsek setempat untuk diintograsi.

Dari hasil intograsi tersebut, diakui terdakwa bahwa dirinya melakukan kegiatan tersebut dimalam hari menunggu temannya terlelap. Saat sudah terlelap pelaku langsung beraksi dan meninggalkan sang teman.

Dari pengakuan terdakwa, ia menjual motor tersebut di daerah Sekayu Kabupaten Muba dengan harga Rp 15 juta. Sehingga akibat perbuatannya terdakwa dikenakan pasal 363 Ayat 1KUHP dengan hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More