intens.news
Mitra Informasi

Dalih untuk Anak, Ardila Kurir 48 Butir Ekstasi Dituntut 6,6 Tahun Penjara Denda Rp1 Miliar

0 29

Intens.news, PALEMBANG – Berdalih untuk keperluan anak, Ardila seorang ibu rumah tangga nekat menjadi kurir narkotika jenis pil ekstasi dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Indah, dengan hukuman enam tahun enam bulan dan denda Rp1 miliar dengan subsider tiga bulan penjara.

Sidang ini dipimpin oleh majelis hakim Efrata Tarigan secara virtual di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang, Rabu (21/10/2020).

Menurut JPU Indah, terdakwa dikenakan pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan barang bukti berisikan 13 butir pil ekstacy berwarna ungu dengan berat 5,53 gram dan 35 butir pil ekstasi berwarna hijau dengan berat 12,36 gram.

Mendengar tuntutan tersebut, Arya kuasa hukum terdakwa meminta untuk mengajukan pembelaan yang akan dibacakan minggu depan. “Izin pak hakim kami minta waktu untuk mempersiapakan berkas pembelaan,” ucapnya saat sidang teleconference berlangsung.

Dengan demikian para majelia hakim pun setuju sehingga sidang ditunda minggu depan dengan agenda mendengarkan pembacaan pledoi (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa.

Dalam dakwaan, dijelaskan bahwa kejadian bermula terdakwa bersama temannya Wahyu Budaya (berkas terpisah) merupakan DPO pihak Ditresnarkoba yang mana pada bulan Juni 2020 lalu berhasil diamankan oleh pihak kepolisian di kos-kosan Kecamatan Ilir Barat 1 Kota Palembang.

“Terdakwa pada mulanya menjadi Orang Dalam Pencarian  dengan kasus permasalahan penculikan terhadap tetangganya oleh Ditreskrimum Polda Sumsel, namun setelah diselidiki pihak Ditresnarkoba Juga menyatakan bahwa terdakwa termasuk dalam  target incaran kasus narkotika di Kota Palembang,” ucap Supanji saat sidang teleconference berlangsung beberapa minggu lalu.

Mengetahui hal tersebut pihak ditresnarkoba pun mendapat kabar bahwa terdakwa sedang berada di kosan temannya yang berada di Lorong Pakjo. Sehingga polisi pun langsung bergegas untuk ke lokasi dan melakukan penangkapan.

Setibanya dilokasi, terlihat terdakwa bersama rekannya sedang bertransaki jual beli pil ekstacy. Melihat kejadian tersebut, polisi langung bergegas melakukan penangkapan dan pelaku pun ditangkap tanpa perlawanan.

Setelah diperiksa didalam kamar tersebut didapati barang bukti berupa sebuah tas yang berisikan 13 butir pil ekstacy berwarna ungu dengan berat 5,53 gram dan 35 butir pil ekstacy berwarna hijau denhan berat 12,36 gram.

Setelah mendapatkan barang bukti pelaku dibawa ke Ditresnarkoba Polda Sumsel untuk diperiksa dan ditindaklanjuti oleh Polda Sumsel.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More