intens.news
Mitra Informasi

Dampak PSBB di Jakarta, Peminat Mobil dan Motor Menurun Drastis di Palembang

0 20

Intens.news, PALEMBANG-  Beberapa minggu lalu, Ibukota Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB), dengan demikian beberapa perusahaan seperti jual beli mobil motor dan sebagainya menjadi sedikit terhambat. Hal itu dirasakan seorang karyawan branch manager mobil yang terletak di Jalan Tanjung Api-api ini bernama Zainul Arifin.

Menurutnya dengan diberlakukannya kembali PSBB, penjualan agak tersendat, yang biasanya target penjualan 100 mobil setiap bulan ini hanya bisa menembus angkat 70 unit perbulannya.

“Ini sudah termasuk bagus karena target penjualan sebelumnya jauh lebih besar namun karena pandemi target penjualan juga ikut direvisi menyesuaikan kondisi di lapangan,” terangnya saat ditemui dikediamannya di Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang, Rabu (14/10/2020).

Dikeluhkannya juga pada saat PSBB ini sulitnya suplai mobil ke daerah, sehingga membuat mobil yang dipesan konsumen terpaksa harus menunggu lebih lama.

Menurutnya untuk produk mobil favorit masyarakat kota Palembang  seperti Honda Brio dan HRV. Namun jika konsumen hendak memilih dengan warna random memerlukan waktu tunggu satu bulan karena pandemi ini.

“Jika konsumen memilih warna favorit misalnya kuning, merah dan warna yang jarang ada, maka waktu tunggunya akan lebih lama hingga dua bulan,” terangnya.

Hal itu disebabkan PSBB di Jakarta membuat waktu bekerja di pabrik dan pengiriman terbatas sehingga suplai berkurang. Zainul jug menjelaskan, saat ini penjualan 60 persen disokong penjualan online dan sisanya offline 40 persen.

Lebih jelas ia mengatakan penjualan online saat ini menjadi andalan karena masyarakat masih memilih berdiam diri di rumah saja, sehingga jika ingin membeli mobil Honda bisa memanfaatkan website resmi Honda mobil, iklan berbayar Honda mobil yang di posting pada sejumlah laman platform belanja online hingga media sosial.

Sementara itu penjualan offline masih dilakukan misalnya dengan membuka stand pameran di mall, pusat restoran, hingga lokasi strategis lainya yang memungkinkan bisa mendatangkan pembeli.

Kemudahan mendapatkan informasi seputar Honda mobil ini diharapakan bisa memudahkan konsumen membeli mobil yang diinginkan sehingga hanya perlu datang ke showroom saat akan melakukan perhitungan kredit saja dan juga serah terima kendaraan.

“Proses kredit kendaraan juga agak sulit karena kantor leasing juga menerapkan WFH sehingga prosesnya sedikit lambat. Semoga pandemi cepat usai dan ekonomi bisa segera pulih kembali,” harapnya.

Hal itupun dirasakan seorang karyawan branch  manager Motor yang terletak  di Jalan KM 7 bernama Andi. Menurutnya sejak COVID-19 ini target penjualan yang setiap bulannya mencapai 150 kini menjadi 90 unit perbulannya.

Dikatakannya juga meski pengurangan target telah diberlakukan, namun tetap per bulannya sangat jarang bisa tembus target meskipun sudah banyak diskon yang dikeluarkan oleh perusahaan.

“Tetap gak ngaruh meski belinya dengan metode diskon gede-gedean syarat dipermudah dan penjualan dilakukan secara online pun sebulan kita kadang hanya dapat 10 sampai 20 kendaraan yang terjual,” keluhnya.

Kendati demikian, ia tetap bersyukur, lantaran masih diizinkan bekerja pada saat pandemi ini. Ia juga berharap agar keadaan kembali normal.

“Tapi rejeki ada yang ngatur, Alhamdulillah kantor  Saya masih mempekerjakan saya  bukan di PHK, semoga cepat berlalu lah mbak virus Covid-19 ini,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More