intens.news
Mitra Informasi

Dari Kampanye Lewat Mading Hingga Kerja Bakti Membersihkan Sekolah

0 147

SELAMA masa pandemi covid-19, para siswa masih libur dan tetap belajar dari rumah. Namun para tenaga pengajar, pegawai administrasi, dan kepala sekolah masih tetap berada di sekolah dan menjalankan tugasnya.

Keriuhan suara anak-anak SDN 204 yang biasanya menyibakkan kesunyian pagi, tiba-tiba berubah sunyi senyap. Hanya sayup terdengar suara kodok yang memohon kedatangan hujan, dan gemerisik suara kadal yang menghindari langkah kaki para guru yang melangkah masuk ke sekolah tersebut. Banyak yang berubah selama para siswa belajar dari rumah. Ruang-ruang kelas tampak bersih dan rapi, halaman upacara senyap, dan para pedagang makanan kecil di pinggir sekolah pun ikut libur. Pagi yang mendung itu seakan mencekam, meski hati para guru yang wajib hadir tersebut teralihkan pada riangnya suasana batin masing-masing.

Hal inilah yang kemudian membuat kepala SD Negeri 204 Palembang Nuraini merasa optimis untuk dapat mengejar penghargaan Adiwiyata Provinsi tahun 2021 akan datang. Tahun 2019, sekolah ini berhasil meraih predikat Adiwiyata tingkat Kota Palembang.

“Meski tahun depan, persiapan sudah sejak sekarang. Bahkan, kita juga sudah bentuk tim khusus yang terdiri dari para guru yang akan mempersiapkan segala sesuatunya,” kata Nuraini dengan bersemangat.

Lingkungan SDN 204 memang terlihat lebih asri, dan sangat bersih. Tidak main-main, Nuraini bukan sekedar melibatkan para siswa dan gurunya yang bersama-sama menjaga lingkungan sekitar, tetapi membentuk tim yang bekerja secara total.

Para guru-guru tersebut ada yang bertanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan, membangun taman-taman kecil dan menanam tumbuhan yang bermanfaat, mempercantik ruang kelas, bahkan membuat majalah dinding (Mading) yang isinya mengenai pentingnya menjaga kesehatan, dan lingkungan sekolah.

Di tengah pandemi covid-19 ini, Nuraini melihat banyak waktu luang bagi staf administrasi dan guru. Saat itulah mereka bekerja keras membangun sekolah SDN 204 lebih asri dan pro lingkungan. Majalah dindingpun contentnya berubah dua minggu sekali, dengan memanfaatkan para siswa yang tertarik dengan dunia jurnalisme.

Nuraini menyadari betul, untuk sampai pada penilaian Adiwiyata tidak hanya soal lingkungan saja, namun lebih dari itu juga dilakukan penataan penghijauan, pengomposan dan kesehatan lingkungan. Aspek lainnya, keterlibatan siswa membuat mading tentang kampanye penghijauan, administrasi yang rapi dan sanitasi yang sehat.

“Dan semua ada aspek penilaiannya. Sehingga semua juga harus kita persiapkan agar pada saat tim Adiwiyata melakukan visitasi penilaian maka hasilnya sesuai harapan,” jelasnya.

Nuraini juga berharap agar Pandemi Covid-19 ini segera berlalu, karena jika tidak maka siswa belum bisa dilibatkan secara penuh.

“Sehingga nantinya semua aspek secara detail kita lakukan persiapan. Agar Adiwiyata tingkat provinsi bisa diraih di tahun depan,” jelasnya.

Sementara itu dikatakan Ketua Tim Adiwiyata SD Negeri 204 Palembang Meiza Setiawan SPd mengatakan bahwa saat ini tim yang terdiri dari para guru telah mempersiapkan poin-poin yang menjadi penilaian diwiyata.

“Semoga dengan diraihnya predikat adiwiyata tingkat kota tahu  2019 dapat menumbuhkan pelecut bagi SDN 204, agar gemar untuk melestarikan budaya menanam dan menjaga kebersihan, sehingga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang asri, nyaman dan bersih, sekaligus nantinya dapat meraih Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi,” harapnya.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More