intens.news
Mitra Informasi

Dari Kembang Api Hingga Paket Kurban Berisi Sampah

0 29

AKHIR-akhir ini banyak peristiwa mengejutkan yang terjadi di sekitar kita. Seperti prank seorang youtuber yang dengan sengaja membuat konten prank daging kurban berisi sampah, dan kemudian youtuber tersebut di tangkap polisi karena meresahkan masyarakat. Bahkan kemarin malam, gudang senjata di Markas Brimob Polda Sumsel meledak, katanya ledakan tersebut terjadi karena kembang api.

Semua peristiwa di atas adalah berita, dan hak masyarakat untuk mengetahui hal tersebut. Meski  kebenarannya peristiwa tersebut normatif, dan orang akan memahaminya dari berbagai sudut pandang.

Seperti berita prank daging kurban berisi sampah, mungkin sebagian youtuber memahaminya bahwa conten tersebut hanya berisi clik bait, atau cara merangsang orang lain untuk menonton tanpa bermaksud menyindir, atau menyinggung siapapun. Ya, sekedar hiburan saja. Namun, beda dengan sudut pandang polisi.  Karena tindakan tersebut dianggap meresahkan dan alasan tersebut menjadi pertimbangan untuk mengamankan youtuber tersebut.

Pada dasarnya, tindakan polisi menangkap tidak bisa di persalahkan, karena beberapa waktu lalu polisi pernah menangkap youtuber Ferdian karena dengan sengaja melakukan prank. Mungkin, hal inilah yang menjadi pertimbangan polisi agar tindakan tersebut tidak membuat keresahan, meski tidak merugikan secara materi tetapi menimbulkan luka pada orang-orang tertentu.

Media sosial secara tidak langsung menimbulkan efek positif dan negatif. Undang-undang Ite yang diharapkan dapat menjadi kontrol sosial, kini menjadi bumerang hingga menimbulkan multi tafsir yang berakibat timbulnya korban. Era modern saat ini, kita di tuntut lebih bijaksana saat menyampaikan pemikiran, ide, dan dampak yang ditimbulkannya sebelum menampilkan status di media sosial. udah banyak pelajaran berharga yang kita ambil dari dampak sosial akibat medsos. Meski Medsos juga banyak memberi efek positif, apalagi bagi para pelajar dan mahasiswa yang saat ini terkena dampak virus Corona.

Apa hubungannya dengan peristiwa meledaknya gudang senjata di Markas Brimob Polda Sumsel? Lagi-lagi media sosial yang menjadi tempat warga net mengkritik, menghujat, bahkan tidak jarang menghakimi. Kemudian muncul istilah “Nitizen Maha Benar” hingga apapun komentarnya semua jadi salah dan semua tidak ada yang benar.

Kita tidak perlu mengkritisi peristiwa tersebut secara luas, karena tidak ada seorang pun yang ingin menderita kerugian. Apalagi jika hal tersebut di hubung-hubungkan dengan persoalan lain, yang tidak ada kaitannya dengan keamanan negara. Sebagai warga yang bijak, selayaknya masyarakat menunjukkan rasa empati atas peristiwa tersebut. Rasa empati dan rasa simpatik inilah yang kini mulai pudar dari jiwa masyarakat kita. Saat kita kehilangan rasa empati, yang terjadi adalah sifat kasar dan tidak peduli terhadap apa yang sedang terjadi pada orang lain. Sebaliknya, jika kita juga kehilangan rasa simpatik maka yang muncul adalah sikap angkuh, sombong, dan arogan.

Meski hingga kini belum ada survey atau penelitian dari lembaga pemerintah, tentang dampak yang terjadi jika masyarakat kehilangan empati dan simpatik. Namun, standar kehidupan sosial masyarakat dapat dilihat dari tercukupnya sandang, pangan, dan papan. Dan hal penting lainnya yakni meningkatnya kesadaran moral dan  spiritualnya. Wallahu’lam. (***)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More