intens.news
Mitra Informasi

Deteksi Karhutla, Sumsel Tambah Dua Satelit Pemantau

0 11

Intens.news, PALEMBANG – Guna mendeteksi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tahun 2020, Pemprov Sumsel menambah dua satelit pemantau hotspot dan firespot, yang sebelumnya sudah ada tiga satelit.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori menyatakan, melalui satelit tersebut pihaknya telah memantau sebanyak 1.868 hotspot atau titik panas dari bulan Januari sampai Juni 2020.

“Lima satelit kita untuk memantau semua titik hotspot di Sumsel yaitu, satelit Terra dan Aqua, dengan sensor modis, satelit SNPP dengan sensornya VIIRS, satelit NOAA20, dan satelit Landsat 82 dengan sensor multispektral band,” ujarnya, Sabtu (27/6/2020).

Lebih lanjut Ansori mengatakan, berdasarkan pantauan dari satelit, untuk titik hotspot terbanyak berada di Kabupaten OKI yang pada tahun lalu merupakan tempat Karhutla terbesar di Sumsel.

“Pada bulan Maret 2020, jumlah semua titik panas sebanyak 475, kemudian bulan Juni ini sebanyak 252 titik panas. Semua titik panas itu paling banyak ada di Kabupaten OKI,” katanya.

Namun, meskipun di sebagian besar wilayah Sumsel saat ini sedang di guyur hujan, tapi hal tersebut tidak menjadikan patokan bahwa tahun 2020 ini karhutla tidak ada di Sumsel. Bahkan sejauh ini pihaknya telah memetakan bahwa ada 10 Kabupaten/kota di Sumsel yang memiliki potensi Karhutla.

“Meskipun tingkat karhutla di Sumsel masih rendah atau belum banyak, tapi kita tetap siaga memantau titik panas api,” ungkapnya.

Selain menambah dua satelit, Ansori mengakui, bahwa pihaknya telah menempatkan personil di posko-posko yang mereka buat untuk menjaga Karhutla.

“Kita juga telah membuat hujan buatan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai langkah pencegahan awal,” terangnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More