intens.news
Mitra Informasi

Dewan Minta Gubernur Pertimbangkan Pembukaan Sekolah Tatap Muka

0 30

Intens.news, PALEMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel mempertimbangkan pembukaan sekolah secara of line atau langsung tatap muka.

Hal itu dikatakan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumsel, Askweni, Jumat (20/11/2020). “Saya harap dipertimbangkan kembali untuk

proses tatap muka belajar mengajar di sekolah dengan pembatasan-pembatasan, karena banyak keterbatasan seperti sinyal, kuota dan sebagainya,” katanya.

Untuk dampak negatifnya, dirinya beralasan, terkadang saat anak-anak memegang handphone terkadang tidak digunakan untuk belajar, melainkan lebih banyak di habiskan untuk bermain games.

“Kita mengharapkan Gubernur, Wakil Gubernur bersama Bupati dan Walikota se Sumsel lebih mempertimbangkan kembali untuk melakukan belajar tatap muka dengan pembatasan-pembatasan yang sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan, untuk membuka pembelajaran di sekolah secara langsung atau of line, dirinya membutuhkan persetujuan dari orang tua.

“Untuk pendidikan ada yang bergeser dari zona merah ke oranye sudah membuka of line. Saya tetap patuh dengan apa yang saya komitmentkan dengan para komite, bahwa untuk membuka sekolah menjadi of line butuh persetujuan orang tua,” ungkapnya saat di Griya Agung Palembang, Selasa (17/11/2020) kemarin.

Orang nomor satu di Sumsel ini mengakui, bahwa dirinya telah mendengar beberapa ungkapan dari anak-anak, baik langsung maupun melalui komite, yang meminta Gubernur Sumsel untuk membuka sekolah of line, hal itu dengan alasan karena mereka butuh silahturahmi dan olah jasmani.

“Saya tidak mau anak belajar di sekolah orang tuanya was-was, tapi kalau orang tuanya mengizinkan tentu akan kita jadikan layanan pendidikan of line dengan standar Protokol kesehatan yang maksimal,” ujarnya.

Dirinya menghimbau, agar seluruh warga Sumsel yang akan beraktifitas tetap berpedoman pada Pergub 37 tahun 2020. Artinya tetap beraktifitas tapi harus mematuhi Prokes, antara lain physical distancing dan selalu memakai masker.

Sedangkan untuk menunjang pembelajaran di masa Pandemi, Pemprov Sumsel telah mensupport memberikan kuota gratis dari provider XL, meskipun cara mengaksesnya belum masif.

“Sudah beberapa kali kita support baik dengan provider seperti XL, sampai sekarang pun belum habis laporan yang XL, hanya saja cara informasi mengaksesnya belum masif, kita terus  berikan kemudahan-kemudahan dan saya minta juga anak-anak SMK kita memproduksi boster-boster sinyal,” ungkapnya.

“Kita juga tunggu partisipasi dari seluruh badan usaha untuk dapat mendorong percepatan pembangunan boster-boster sinyal yang sangat dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More