intens.news
Mitra Informasi

Dewan Prihatin Angka Covid-19 di Sumsel Tinggi 

0 35

Intens.news, PALEMBANG – Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Juanda Hanafiah, mengaku prihatin dengan angka Covid-19 di Sumsel yang cukup tinggi dan kian bertambah dalam perharinya.

“Coba kita lihat daerah lain sudah PSBB, sudah ketat berkunjung harus menggunakan rapid antigen, kita kan engak. Sementara yang saya tahu rumah sakit RSMH penuh, rumah sakit Siti Khodijah tadi malam ada menolak berapa keluarga yang positif karena ruangan penuh. Itu rumah sakit hampir penuh semua, jadi buat apa buat perda kalau tidak di laksanakan,” katanya, Selasa (19/1/2021).

“Sekarang angka Covid-19 sudah 12 ribu, paling rendah 11 500, dulu 1000 saja kita sudah bingung sekarang sudah 12 ribu,” tambahnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumsel, Toyeb Rakembang mengatakan, DPRD Sumsel mengesahkan perda inisiatif  DPRD Sumsel tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular.

“Sampai hari ini ditempat lain, atau di provinsi-provinsi lain semua melakukan PSBB, semua melakukan tindakan yang jelas terhadap Covid-19. Sementara  kita saya melihat setelah di perdakan  tidak ada tindakan kongkrit dari teman-teman eksekutif untuk menjalankan perda itu,” katanya.

Diketahui, Peraturan Daerah (Perda) tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular, telah  mendapatkan persetujuan bersama antara DPRD dan Gubernur Sumsel, selanjutnya disahkan dan diundangkan dalam Lembaran Daerah Sumsel pada Rapat Paripurna XX DPRD Sumsel, Jumat (4/12/2020) lalu. Namun hingga kini realisasi perda tersebut belum dilakukan pihak Pemprov Sumsel.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More