intens.news
Mitra Informasi

Di Banyuasin, Ada 145 Kasus HIV AIDS, Meninggal 11 Orang

0 34

Intens.news, BANYUASIN – Jumlah Kasus HIV (human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kabupaten Banyuasin kini cukup tinggi dan beberapa kecamatan beresiko tinggi ada HIV-AIDS tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono saat menghadiri rapat koordinasi dalam pencegahan dan Penanggulangan HIVI AIDS bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan pihak-pihak terkait, Senin (28/09/2020).

“Jumlah kasus HIV-AIDS di Kabupaten Banyuasin sebanyak 145 kasus yang HIV AIDS pada tahun 2020 ini dan meninggal 11 orang. Wilayah yang mempunyai kelompok resiko tinggi untuk penemuan HIV/AIDS adalah Kecamatan Talang Kelapa, Betung, Sembawa dan Banyuasin III, Pulau Rimau, Gasing, Kenten dan Mariana,” jelasnya.

Dikatakan Slamet, berdasarkan tracking penularannya yang paling banyak terkena adalah kaum Heteroseksual. Ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dari tahun 2008 sampai dengan Agustus 2020.

Dalam upaya pencegahan HIV-AIDS/IMS ini, sambung Samet, di Kabupaten Banyuasin perlu ditingkatkan layanan VCT (Counseling and Testing) yaitu serangkaian tes untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif. Perlu dilakukannnya pengembangan layanan berupa set up layanan VCT di berbagai Puskesmas mengingat semua orang berpotensi terkena HIV-AIDS.

“Butuh akses layanan yang dekat dan mudah dijangkau masyarakat sehingga terdeteksi dini HIV/AIDS secara cepat dan dapat dilakukan pengobatan, tentunya ditunjang dengan tenaga administrasi dan laboratorium yang sudah dilatih Juga sarana penunjang gedung/ruangan serta prasarana yg memadai,”jelasnya.

Kemudian, KPA Banyuasin yang selama ini telah melakukan pencegahan dan Penanggulangan HIVI AIDS perlu dukungan dana dari APBD Kabupaten Banyuasin dan semua sektor yang terkait sehingga dapat bekerja lebih maksimal lagi.

“Untuk itu Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banyuasin melaksanakan Pertemuan Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tingkat Kabupaten Banyuasin Tahun 2020 agar menentukan strategi dan langkah-langkah yang lebih baik lagi dalam menjalankan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIVI AIDS di Kabupaten Banyuasin ini,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuasin, Rodia, mengatakan dalam hal ini akan melakukan evaluasi atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus mengidentifikasi hambatan dan kendala serta mendiskusikan solusi alternatif yang dapat dilaksanakan.

“Menyusun Program Prioritas yang realistis, efektif dan efisien berdasarkan strategi pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk menangkal masalah yang dihadapi serta menekan laju perkembangan pengidap kasus baru maupun kasus AIDS,”tegasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More