intens.news
Mitra Informasi

Diajak “Berbahagia Ditengah Penderitaan” Didi Kempot

0 45

Meninggalnya Didi Kempot sang Maestro lagu-lagu tradisional campur sari yang menjadi kegemaran anak muda. Terasa kepiluan yang mendalam, bukan karena mengenal sang Godfather of Broken Hearts, dan bukan pula ikut-ikutan sibuk terpuruknya hati para Ambyar karena kehilangan. Namun, terasa ada yang aneh dalam irisan batin, syair-syair berbahasa jawa yang mengiris hati namun berirama beat yang mengajak berjoget.

Entah apa karena persepsi sebagian kita saja yang merasa demikian, bahwa seorang Didi Kempot itu bukan siapa-siapa saat dia masih hidup, namun Ketika mengetahui kematiannya tiba-tiba ada yang pelan-pelan hilang dari keramaian suasana jiwa. Ataukah memang karena kita sudah terbiasa dengan perasaan-perasaan yang teraduk, hingga lupa berbahagia atas apa yang setiap saat kita rasakan tersebut?

Diibaratkan sesuatu yang sudah biasa kita lihat setiap hari, katakanlah makanan,minuman, atau keluarga, teman, yang orangnya itu-itu saja. Tiba-tiba mereka hilang atau pergi, maka akan sangat terasa kehilangan tersebut. Lalu apa hubungannya dengan Didi Kempot? Sebenarnya, tanpa sadar setiap hari dan mungkin tiap saat kita menyaksikan, mendengar, melihat, lagu-lagu Didi kempot di televisi, radio, internet, media sosial, dan lainnya. Sayangnya kita tidak perduli, apa judul lagunya, siapa penyanyinya, dan parahnya lagi tidak memahami Bahasa lagu tersebut.

Stasiun Balapan dikenal luas karena lagunya yang berisi patah hatinya seorang kekasih yang ditinggal pergi. “Ning Stasiun Balapan,Rasane Kaya Wong Kelangan, Kowe Ninggal Aku, Ra Krasa Netes Eluh Ning Pipiku”. Tapi syair selanjutnya terasa ada keikhlasan dan kesadaran atas apa yang terjadi. “Da…dada sayang, Da…Slamat Jalan”.

Hancur dan letihnya hati seorang kekasih yang di tinggal isterinya, yang malah kemudian Pamer Bojo bersama suami barunya. “cidro janji tegane kowe ngapusi, nganti seprene suwene aku ngenteni, nangis batinku nggrantes uripku, teles kebes netes eluh neng dadaku”.

Tidak ada syair yang lepas dari air mata karena kedukaan yang mendalam. Syair penyesalan, kekalahan, ketersiksaan, bahkan kiamatnya rasa, ikut tak terasa meratap dalam  uraian air mata para Sobat ambyar yang berjoget tak henti-henti.

Didi kempot seakan mengajarkan para penggemarnya yang Sebagian besar kalangan anak muda yang rapuh, yang mereka sedang mengalami Stress and Strom atau badai dan tekanan. Masa mereka mulai mengenal rasa pahit, sakit, cemburu, cinta, dan suka. Masa para remaja kita sedang mencari jati diri, yang sedang merasa dia bukan siapa-siapa namun merasa lebih unggul dari yang lain. Atau mereka para remaja yang sedang dilanda perasaan tersebut. Seni merupakan permainan rasa, yang terkadang sukar di pahami oleh akal.

Jadi sebenarnya apa pesan yang sering di sampaikan oleh seorang Almarhum Didi Kempot? Mohon maaf kepada para pembaca, hal ini merupakan persepsi sebagian orang saja dan tergantung cara pandang. Bagi saya dan orang yang sama persepsinya, Didi Kempot sedang menghibur semua orang di bumi Indonesia untuk berbahagia.

Dia sedang mengajarkan, bahwa penderitaan yang sedang di alami adalah permainan saja, dan sepatutnya dinikmati sebagai kebahagiaan jiwa dan di ekspresikan dalam tangisan dan jogetan yang membahagiakan. Pokok’e Joget.

Mungkin ada yang berfkir lagu-lagu yang terdengar tersebut sampah, atau irama tradisional itu sudah tidak bisa hidup di zaman modern yang semua lagu identik dengan irama elektro. Saya pribadi harus mengakui, Lord Didi Kempot mendapat pengakuan dunia, dan dia sering di undang di Belanda dan Suriname. Musik Tradisional dan Bahasa Jawa juga mendapat pengakuan Internasional, tidak percaya? Coba cek google translate.

Seberapa muslim almarhum? juga tidak perlu di perdebatkan. Namun seberapa dalam syair-syairnya menghantui setiap kesendirian kita, seberapa dalam irama musik Didi Kempot kemudian mengajak pada kebaikan dan melupakan kesedihan.  Semoga arwah Almarhum mendapat tepat yang layak di sisi Allah SWT. Beliau meninggal di puncak karirnya, dia meninggal dunia saat Jutaan penggemarnya mengelu-elukan dirinya, dan Didi Kempot menghilang di tengah kebahagiaannya. Alfatihah.(****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More