intens.news
Mitra Informasi

Diduga Lakukan Pungli Saat Penyekatan, Ombudsman Minta Permasalahan Diperjelas

0 18

Inten.news, PALEMBANG – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan Ombusman Sumsel, Hendrico meminta kepolisian agar tegas mengarahkan kendaraan putar arah jika tidak sesuai prosedur atau berpindah wilayah. Hal ini ditegaskannya pasca peristiwa dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum polisi, Kamis (7/5/2021) kemarin.

“Seharusnya, secara tegas pihak kepolisian memutar balik kendaraan jika menemukan kendaraan yang tidak sesuai untuk berpindah wilayah. Jika kendaraan tidak memenuhi syarat untuk lewat, jangan coba-coba untuk bernegoisasi,” kata Hendrico, Jumat (7/5/2021).

Menurut Hendrico, pihaknya meminta instansi Polri melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menugaskan Propam Polda Sumsel. Menurutnya, pemanggilan terhadap oknum anggota Polisi di lapangan perlu untuk mencegah hal serupa tidak terjadi.

Desakan untuk memeriksa anggotanya yang melakukan pungli dirasa Ombusdman hanya sebagai imbauan. Pihaknya masih menunggu langkah dari Polri untuk bekerja melakukan pengusutan. Menurutnya jika hal ini berlarut justru akan merugikan Polri secara instansi yang masih berjuang memperoleh kepercayaan masyarakat.

“Pemeriksaan internal dapat membuat terang suatu peristiwa. Tentunya ini akan mengembalikan trust masyarakat bagi Polri yang saat ini menjadi leading sector dalam pembatasan arus mudik den mencegah penyebaran COVID-19. Karena ini menyangkut trust. Kepercayaan masyarakat bisa hilang kalau ternyata bisa diduitin seperti itu, berarti sistemnya tidak bisa dipercaya,” sambungnya.

Menurut Hendrico, aparat yang berjaga di posko penyekatan harusnya menerjemahkan, kebijakan pemerintah mengenai penerapan di lapangan. Jangan hanya kebijakan pembatasan tersebut dianggap hanya sekedar formalitas.

Namun diketahui, dalam penyekatan yang dilakukan ada hal yang mengagetkan ketika penjaga posko yang merupakan salah satu oknum Polisi, meminta uang pungutan liar (Pungli). Perdebatan pun terjadi antara tiga pengendara asal Kayuagung dan oknum polisi yang bertugas di posko penyekatan Simpang Nilakandi, Palembang, Kamis (6/5/2021) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Ini polisi minta uang sama saya Rp100.000 untuk masuk Palembang. Padahal saya sudah jelaskan, keperluan saya ke Palembang hanya untuk mengambil mobil yang kecelakaan,” ungkap pengendara mobil Daihatsu Ayla bernomor BN 1734 WD kemarin.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More