intens.news
Mitra Informasi

Diduga Palsukan Identitas dan Gelapkan Uang Nasabah, Dua Terdakwa Terancam 6 Tahun Penjara

0 21

Intens.news, PALEMBANG – Diduga melakukan pemalsuan identitas dan penggelapan uang nasabah, dua terdakwa atas nama Nujianto dan Aziz Kunandi harus berurusan dengan Pengadilan Negeri Klas 1 A Khsus Palembang. 

Keduanya menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi secara virtual yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Toch Simanjuntak, Rabu (14/10/2020).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Misrianti SH, menghadirkan 7 orang saksi yang merupakan karyawan di Bank Sumsel Babel. Diantarnya adalah Hendra Marta Yuda, Dona Fitri Pradani, Siska, Indah Arianti, Mita Asrina, Stefiano, dan Yunida.

Ketujuh saksi disumpah untuk memberikan keterangan terkait kasus pemalsuan dan penggelapan uang nasabah Bank Sumsel. Yang mana akibat perbuatan kedua terdakwa  nasabah Bank Sumsel tersebut mengalami kerugian hingga Rp. 116.500.000.

Dalam dakwaan Terdakwa Mujianto dan Aziz Kunadi dan 2 rekannya Homan dan Rohman (DPO) memalsukan identitas (KTP) sehingga mengakibatkan kerugian pada nasabah Bank Sumsel Babel atas nama Harrey Hadi MS.

Dimana identitas atas nama Harrey Hadi MS diganti fotonya oleh Rohman (belum tertangkap), dan satu lagi KTP atas nama Sutrisno yang diganti fotonya oleh terdakwa Mujianto dan Aziz.

Terdakwa Aziz bertugas sebagai pembuat KTP Palsu sesuai dengan pesanan kedua pelaku lainnya yang saat ini masih buron.

Dengan menggunakan alat berupa laptop, printer, plastik stiker dan blangko KTP, Aziz membuat KTP palsu atas nama Harrey Hadi, dan Sutrisno yang dipinta oleh Homan (belum tertangkap). Dari pembuatan KTP Palsu tersebut terdakwa Aziz mendapatkan upah sebesar Rp. 250.000 per satu KTP.

Bermodalkan KTP Palsu yang dibuat oleh terdakwa Aziz, Hariman dan Rohaman (pelaku yang belum tertangkap) melakukan penarikan uang sebesar Rp. 116.500.000 dari rekening atas nama Harrey Hadi.

Sedangkan terdakwa Mujianto menggunkan KTP Palsu atas nama Sutrisno, untuk tarik tunai di teller Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya senilai Rp. 95.000.0000, serta melakukan penarikan uang di mesin ATM yang berada di depan Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya sebesar Rp. 7.000.000.

Sehingga jika ditotalkan uang yang dicairkan oleh terdakwa Mujianto atas nama rekening bank Sutrisno sebesar 102.000.000, dan masih ada sisa Rp. 10.000.000 lagi di rekening tersebut yang tidak diambil terdakwa dikarenakan melampaui batas penarikan di mesin ATM.

Dari hasi penggelapan uang nasabah Bank Sumsel Babel tersebut, terdakwa dan 2 pelaku yang belum tertangkap melakukan pembagian hasil.

Dimana 2 terdakwa, Aziz dan Mujianto menerima uang sebesar 35 juta perorang, Hariman (belum tertangkap) menerima uang sebsar 32 juta, dan Rohman (belum tertangkap) menerima uang sebesar 4,5 juta yang digunakan untuk uang oprasional.

Atas perbuatannya kedua terdakwa melanggar aturan dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 tentang penggelapan. Dengan ancaman minimal 6 tahun penjara.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More