intens.news
Mitra Informasi

Diduga Terima Uang Rp 4 Miliar, Juarsah Ditetapkan Sebagai Tersangka

0 358

Intens.news, PALEMBANG – Dalam pengembangan perkara kasus suap 16 paket proyek Muaraenim, Juarsah diduga telah menerima suap sebesar Rp 4 Miliar. Hal itu dibenarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Rikhi BM, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut ia menyatakan, bahwa dalam sidang jilid pertama, terpidana A Elvin MZ Muchtar yang divonis bersalah atas kasus serupa sempat menyebut Juarsah menerima uang suap sebesar Rp 2 Miliar dari terpidana Robi Okta Pahlevi.

“Saat ini Juarsah masih berada di rutan KPK, dan masih dalam proses pemeriksaan. Kalau untuk pemindahan rutan ke Palembang belum diketahui kapan, nanti kita kabari lagi,” ucapnya, Rabu (17/2/2021).

Rikhi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang dibagikan KPK, disebutkan bahwa Juarsah sudah menerima uang sebesar Rp 4 Miliar sebagai komitmen fee.

Uang itu diterimanya melalui perantara terpidana A Elfin MZ Muhtar yang ditahun 2019 silam menjabat sebagai Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muaraenim.

Terkait perbedaan jumlah nominal tersebut, Rikhi menjelaskan, nominal Rp 4 Miliar yang diduga diterima Juarsah, diketahui berdasarkan dakwaan hasil pemeriksaan terhadap terpidana Ramlan Suryadi dan Aries HB.

“Dalam dakwaan terakhir pada kasus Ramlan Suryadi dan Aries HB itu, kami dapatkan bahwa nama Juarsah mendapatkan aliran dana sebesar Rp 4 miliar. Uang itu dia terima melalui Elfin yang bersumber dari Robi dan pengusaha lain,” ujarnya.

Belum dijelaskan secara pasti terkait peran Juarsah dalam perkara ini. Rikhi hanya menjelaskan, sudah ada sejumlah tempat yang dilakukan penggeledahan serta penyitaan terhadap barang bukti khususnya di Kabupaten Muaraenim.

“Apakah ada peran Juarsah yang ikut sebagai pengatur proyek, hal itu masih akan dibuktikan dalam penyelidikan lebih lanjut. Tapi memang kita sudah melakukan penggeledahan seperti di Kantor Juarsah, PU dan tempat lainnya terkait kasus di Muara Enim tersebut,” bebernya.

Saat disinggung, apakah akan ada tersangka baru yang kembali ditetapkan selain Juarsah, Rikhi mengatakan, belum dapat memastikan terkait hal tersebut.

“Sementara ini kami masih fokus pada Juarsah dulu. Tapi memang untuk anggota DPRD Kabupaten Muaraenim, berdasarkan fakta persidangan sebelumnya, ada yang menerima bahkan mengakui dan mengembalikan aliran dana. Namun kami masih menyusun fakta-fakta bahwa meraka akan menjadi terdakwa atau tidak,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More