intens.news
Mitra Informasi

Diduga Tunjuk Pemain Tanpa Seleksi, PS Palembang Kecam PSSI Palembang

0 155

Intens.news, PALEMBANG – Klub PS Palembang mengecam upaya Askot PSSI Palembang yang tidak membuka seleksi pemain U-16 dan U-19 untuk dikirimkan dalam seleksi timnas. Apalagi, Askot PSSI Palembang langsung menunjuk pemain untuk diajukan ke Asprov PSSI Sumsel berdasarkan surat yang dikeluarkan Askot PSSI Palembang Nomor: 94/PSSI/III/2021 yang ditandatangani Sekum Askot PSSI Palembang Irwansyah Masri pada 31 Maret 2021.

Presiden PS Palembang, Ratu Dewa mengatakan, jika hal ini terus dilakukan, tidak hanya pemain PS Palembang, tetapi juga banyak talenta lain di kota Palembang yang tidak memiliki kesempatan.

Alih-alih ditandatangani Ketua Umum Ansori, surat tersebut justru hanya ditandatangani oleh sekretaris yang membuat anggota klub dan SSB di kota Palembang semakin bingung. Bagaimana prosedur administrasi yang terjadi di Askot PSSI Palembang tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Askot PSSI Palembang ini berdasarkan informasi yang dihimpun, nyatanya telah berlangsung cukup lama. Setiap ada pemanggilan pemain untuk diseleksi timnas ataupun hal terkait selalu menjadi polemik. Sebab, proses penunjukkan pemain cenderung dilakukan dengan penilaian yang subjektif.

“Prinsip sportifitas dan fairness tentu harus dijaga. Kita berharap ada seleksi seperti yang dilakukan daerah lain, transparan, dengan penjurian yang baik dan jujur berdasarkan kualitas, sehingga ada kesempatan bagi putra daerah untuk go nasional,” jelasnya.

Kekecewaan juga disampaikan Hanief Djohan selaku Sekjen Forum Pembina Sekolah Sepakbola Indonesia (FOPSSI) Sumsel. Melihat potensi dan minat yang begitu besar dari anak-anak bola yang dibina SSB di Sumsel ini, sudah dipastikan Askot dan Askab harus menggelar seleksi awal.

“Kita tidak membayangkan ada Askot atau Askab yang mengirimkan rekomendasi tanpa seleksi awal, karena tindakan ini sangat merugikan pembinaan sepakbola di provinsi ini. Apalagi di Kota Palembang yang jumlah SSB nya sudah mendekati ratusan, sangat tidak mendidik kalau sampai tidak melakukan seleksi lagi,” ujar Hanief.

Fungsi pembinaan yang dilakukan Askot menjadi nihil. Padahal menurut Hanief yang juga pemilik SSB Elang Emas ini mengatakan, disinilah peran penting Askot  dalam pembinaan di kota Palembang.

“Kami ingat betul saat terpilih lalu, apa yang terjadi saat ini tidak sejalan dengan semangat Bapak Ansori sebagai Ketua Askot PSSI Palembang. Dimana beliau ingin melakukan kegiatan penataan dan penertiban organisasi dan melakukan pembinaan  secara tansparan,” tukasnya.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More