intens.news
Mitra Informasi

Diisukan Bakal ada PPH 10 Persen, Warga Rusunawa di Kasnariansyah Mulai Resah

0 55

Intens.news, PALEMBANG – Masyarakat penghuni Rusunawa di Jalan Kasnariansyah mengeluh lantaran kabar adanya Pengenaan Pajak Penghasilan (PPH) sebesar 10 persen pada tempat tinggalnya. Hal itu dikatakan oleh Rn warga Rusunawa pagi ini saat ditemui dirumahnya, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, sebelumnya peraturan ini tidak ada, belum lagi ia dikagetkan biaya parkir dan kebersihan pun juga turut naik. “Iya kami kaget pas tahu kalau ada tambahan bayar lagi yang dibebankan ke kami. Padahal, kondisi pandemi semua serba sulit,” keluh Rn.

Menurut dia, saat pandemi ini mayoritas penghuni rusun yang berpenghasilan rendah bisa diringankan.

“Kok malah ini di bebankan ke kami juga yang mayoritas penghuninya berpenghasilan rendah,” katanya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pembebanan PPh kepada penghuni rusun juga tak sesuai dengan kondisi bangunan yang ditinggalinya sekarang. Banyak atap yang bocor dan kondisi gedung seperti tak terurus.

“Bukan saya saja yang ngeluh, semua warga penghuni juga merasakan hal sama. Sedang pandemi seperti sekarang jadi kami harus tambah bayaran.” jelasnya.

Diterangkannya lebih lanjut, jika per bulan penghuni bayar tambahan 10 persen berarti sebulannya ia harus menyiapkan uang sekitar Rp 418 ribu.

“Misalnya biaya sewa lantai 1 kan 380 selama ini, ke depan ditambah 38 ribu, artinyo kan perbulan bayar Rp 418 ribu,” katanya.

Belum lagi, dalam surat pemberitahuan tersebut ada tarif baru untuk parkir dan kebersihan.Tarif parkir untuk kendaraan roda dua dikenakan Rp 15 ribu perbulan, mobil Rp 30 ribu perbulan serta tarif kebersihan 15 ribu perbulan.

“Itu naik 100 persen. Dulu parkir dan kebersihan hanya Rp 7.500, yang jadi permasalahan kenapa ada kenaikan dalam kondisi seperti sekarang,” ucapnya sambil sedikit kesal.

Sementara YR seorang warga  Rusunawa lainnya juga mengeluhkan tentang kabar tersebut. Menurutnya kenaikan tersebut seharunya tidak dalam keadaan pandemi seperti ini.

“Belum tau kapan diberlakukan beredar kabarnya bulan depan. Yang saya kesal itu kenapa kendaraan sekaligus kebersihan juga ikut naik,” terangnya.

Untuk itu, mereka berharap agar pemerintah lebih memperhatikan warga yang tinggal di rusun ini. Terlebih mereka menginginkan kejelasan kabar tersebut.

“Berharap pengertiannya  sama pemerintah untuk tidak naik saat pandemi seperti ini dan kami sangat minta kejelasan peraturan 10 persen karena kami takut ada oknum yang bermain,” ucap YR.

Sementara terkait hal ini, wartwan ini masih menunggu konfirmasi dari pelaksana pajak PPH dari direksi PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya ( SP2J). dan akan terus mengabarkan kabar selanjutnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More