intens.news
Mitra Informasi

Dijanjikan Upah Rp 5 Juta, Dua Kurir Sabu Lintas Provinsi Terancam 20 Tahun Penjara

0 57

Intens.news, PALEMBANG – Edi Ahmad dan Eka Amri dua terdakwa kasus kurir sabu antar lintas provinsi ini dengan berat 2 kg akhirnya menjalani sidang perdana di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus secara virtual, Senin (23/11/2020). 

Dua kurir narkotika lintas provinsi,  ditangkap oleh petugas dari Satuan Reserse Narkoba Polda Sumsel, pada bulan Agustus 2020, di SPBU Romi Herton, Jalan Soekarno Hatta, Talang Kelapa Palembang.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Erma Suharti ini beragendakan sidang pembacaan dakwaan  dan mendengarkan keterangan saksi diruang sidang secara virtual.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Devianti Itera SH, menyebutkan, keduanya menjadi perantara narkotika jenis sabu antar provinsi.

“Dari keduanya didapati narkotika golongan I, jenis sabu yang beratnya melebihi 5 (Lima) gram. Dengan berat keseluruhan 1.995,38 gram. Sisa hasil lab seberat 1.993, 88 gram,” ujar JPU Devianti Itera SH dalam sambungan telekonfren dihadapan majelis hakim.

Dalam persidangan tersebut JPU turut menghadirkan saksi dari pihak kepolisian Satres Natkoba Polda Sumsel, Oktavian SH.

Dalam kesaksiannya Oktavian mengatakan, dirinya dan team dari Satres Narkoba Polda Sumsel, melakukan penangkapan pada kedua terdakwa, Edi Ahmad dan Eka Amri di SPBU Romi Herto, Palembang pada bulan Agustus 2020.

Ia menjelaskan, saat ditangkap kedua terdakwa sedang menunggu dan berada di dalam mobil. Kedua terdakwa koperatif, tidak melakukan perlawanan saat ditangkap.

“Kedua terdakwa mengaku jika barang tersebut milik Syafrudin alias Udin (DPO) yang tak lain merupakan paman dari terdakwa Edi Ahmad,” jelas Oktavian pada majelis hakim.

Barang haram tersebut dibawa kedua terdakwa atas perintah Syafrudin (DPO) untuk diserahakan pada seorang bernama Ani. Atas perintah tersebut, keduanya dijanjikan akan diberi upah sebesar Rp 5.000.000 oleh Syafrudin (DPO).

“Keduanya dijanjikan upah sebesar 5 juta, tapi belum sempat mereka terima yang mulia,” jelas Oktavian.

Melansir dari laman SIPP PN Palembang, kedua terdakwa ditangkap pada bulan Agustus 2020, saat sedang menunggubdi dalam mobil di kawasan SPBU Romi Herton, Talang Kelapa Kota Palembang.

Kejadian bermula saat terdakwa Edi Ahmad mengunjungi acara hajatan pamannya, Syafrudin (DPO) di Provinsi Riau.

Usai acara, Syafrudin (DPO) memerintahkan terdak Edi Ahmad bersama Eka Amri untuk menemui seorang bernama Lay (DPO) di Simpang Bengkong, Riau.

Lay (DPO) pun memerintahkan kedua terdakwa Edi Ahmad dan Eka Ambri,  supaya   menemui 2 orang laki-laki  yang  tidak  terdakwa kenal untuk mengambil barang narkotika jenis sabu sebanyak 2 paket narkotika jenis Sabu.

Paket tersebut dibungkus plastik silver bergambarkan kopi yang berisikan plastik hijau bertulisakan Guan yin wang, dengan Berat Bruto 2000 Gram dengan menggunakan Mobil Toyota Inova Warna Putih Nopol BM 1401 JV, untuk di bawah ke Kota Palembang.

Kedua terdakwa ditangkapnoleh petudas Satres Narkoba Polda Sumsel, di Kota Palembang.Akibat perbuatan terdakwa, Jaksa Penuntu Umum menjerat keduanya dengan pasal, 112 ayat (2) Undang-Undang R.I Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang R.I Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More