intens.news
Mitra Informasi

Dilema Belajar di Masa Pandemi

0 35

Tak bisa dipungkiri, Corona Virus Deseas 2019 atau sering dikenal dengan Covid-19 sudah merusak segala tatanan. Covid-19 telah merenggut kebahagiaan, keinginginan bahkan kehidupan seseorang.

Hingga saat ini, permasalahan tentang Covid-19 belum reda, bahkan pandemi ini dianggap tak akan perna berakhir. Oleh sebab itu, perlunya menjaga pola hidup bersih, pola makan sehingga imun tubuh tetap terjaga.

Berbicara tentang pandemi Covid -19, tidak sedikit yang menjadi korban, salah satunya pelajar atau siswa yang saat ini sedang berusaha mendapatlan nilai terbaik dari sekolahnya masing-masing.

Dimasa pandemi, memang proses Kegiatan Belajar Mengaja (KBM) tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Karena pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk KBM tidak boleh dilakukan bertatap muka.

Kendati demikian, saat ini pemerintah pun kembali telah mengeluarkan kebijakan bahwa KBM boleh dilakukan secara tatap muka. Hanya saja, yang diperbolehkan untuk daerah yang masuk ke zona hijau atau aman dari virus Corona.

Melihat dari kebijakan pemerintah untuk memerbolehkan proses KBM bertatap muka, tentu menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Kita ketahui, jika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) orang tua perlu mengeluarkan biaya baik membeli Handphone (HP) bahkan paket internet.

Meski paket internet dan Hp telah terbeli, terkadang jaringan pun masih menjadi kendala bagi masyarakat Indonesia umumnya. Kalaupun ada jaringan kebebasan mengakses internet saat ini tentu akan berbahaya bagi anak jika tidak ada pengawasan.

Disisi lain, bagi pelajar yang sekolah di kejuruan tentu yang paling efektif yakni praktik, jika hanya materi yang diberikan tentu hasilnya tidak akan maksimal.

Khusus di Palembang dan Pagar Alam Sumatera Selatan, sebagian sekolah sudah mendapat lampu hijau untuk kembali melakukan proses KBM secara tatap muka. Namun, pihak sekolah masih saja ingin meminta persetujuan dari orang tua.

Melihat hal ini, terdapat kesenjangan antara tenaga pendidik dan keluhan para orang tua. Jika sekolah masih memikirkan Corona merajalela sementara orang tua kelelahan untuk memenuhi belajar Dalam Jaringan (Daring).

Oleh sebab itu, dilema belajar di masa pandemi tentu menjadi permasalahan bagi seluruh pelajar yang ingin memenuhi syarat untuk menggapai cita-cita. Meski sudah diperbolehkan KBM tatap muka, selayaknya pihak sekolah benar-benar memahami bagaimana cara menghindari dan mencegah penyebaran virus corona.

Jika penjagaan dilakukan dengan ketat, seperti memastikan imun tubuh pelajar itu sendiri, kebersihan sekolah tetap terjaga, memastikan makanan pelajar, bahkan mengecek secara rutin kesehatan para pelajar, hingga tidak membiarkan orang asing berkeliaran di sekolah. Sehingga tugas guru dan pelajar dapat berjalan dengan normal. (Sumber : Berita Intens.news)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More